Lokasi serangan Rusia di SPBU Kyiv, Ukraina. Foto: UKRNAFTA
Rusia Serang SPBU di Ibu Kota Ukraina, Satu Orang Tewas
Fajar Nugraha • 23 September 2026 17:55
Kyiv: Rusia menghantam dua SPBU dan sejumlah lokasi lain di Kyiv, Ukraina dengan pesawat nirawak bermesin jet pada Rabu 23 September 2026, menewaskan satu orang, hanya beberapa jam setelah Presiden Volodymyr Zelensky bertemu dengan Presiden AS Donald Trump.
“Tujuh orang lainnya terluka dalam serangan pagi itu,” menurut keterangan otoritas kota, seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu 23 September 2026.
Suara ledakan terdengar dan asap membumbung di pusat kota.
Rusia telah mengubah taktiknya, dalam beberapa pekan terakhir, mereka menyerang Kyiv dan wilayah sekitarnya dengan rentetan serangan yang hampir tiada henti menggunakan drone jet berkecepatan tinggi dan terbang di ketinggian, yang lebih sulit untuk dicegat.
Perusahaan minyak Ukraina, Ukrnafta menyatakan bahwa Rusia menghantam salah satu SPBU miliknya di ibu kota—fasilitas keenam sejenis yang diserang dalam beberapa pekan terakhir.
Serangan ini terjadi setelah Zelensky membahas kemungkinan gencatan senjata bilateral terkait target-target sektor energi dengan Trump di New York pada hari Selasa.
Zelensky menyatakan kesiapannya untuk menyepakati gencatan senjata di sektor energi dengan Moskow dalam "format apa pun", asalkan Rusia juga menghentikan serangannya terhadap infrastruktur Ukraina.
Oleksandr Pertsovskyi, pimpinan operator kereta api Ukraina, mengatakan bahwa infrastruktur kereta api di Kyiv turut diserang dan salah satu pekerjanya mengalami luka-luka.