Warga mengecek kondisi kendaraan yang terendam material banjir bandang di Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatra Barat. ANTARA FOTO/Fitra Yogi/agr
BMKG Ungkap Hujan Lebat Picu Banjir Bandang di Solok
Silvana Febiari • 22 September 2026 12:21
Solok: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi banjir bandang menerjang Kabupaten Solok, Sumatra Barat. Banjir dipicu curah hujan lebat dengan intensitas mencapai 94 milimeter per hari.
Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramadhani mengatakan hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut secara terus-menerus memicu luapan air dan banjir bandang hingga mengakibatkan tak sedikit yang terdampak.
"Hujan yang terjadi di sekitar Solok tergolong lebat berdasarkan catatan BMKG, yakni sebesar 94 mm per hari, sehingga memicu kejadian banjir bandang pada Senin malam sekitar pukul 23.00 WIB," kata Andri, dilansir dari Antara, Selasa, 22 September 2026.
BMKG telah memancarkan peringatan dini secara bertahap mulai dari skala tujuh hari, tiga hari, hingga peringatan cuaca ekstrem jangka pendek sebelum bencana tersebut terjadi.
Meski sebagian besar wilayah Indonesia sedang mengalami musim kemarau, cuaca harian tetap dapat berubah. Wilayah dengan pola iklim lokal seperti Sumatra Barat masih berpotensi mengalami cuaca ekstrem.
Selain Sumatra, BMKG meminta masyarakat di sebagian wilayah Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat selama sepekan ke depan.
BMKG mengimbau warga di Sumatra bagian utara dan barat meningkatkan kewaspadaan. Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sedang memasuki masa transisi cuaca sehingga warga diminta memantau informasi peringatan dini BMKG secara berkala.
"Pantauan kami, tentunya dalam pekan ke depan ada beberapa wilayah yang perlu diwaspadai, terutama di sebagian Sumatera, kali ini di wilayah Sumatra Barat, tentunya juga di wilayah sebagian Kalimantan, dan juga tentu di wilayah Sulawesi dan Papua. Jadi memang eh perlu diwaspadai tetap bahwa kondisi saat ini, satu adalah transisi dari kemarau ke kering karena masih terjadi kemarau di beberapa wilayah, khususnya di bagian utara khatulistiwa," jelasnya.
.jpg)
Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Sumatera Barat terkena material banjir bandang. ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Solok
Sebelumnya, BPBD Kabupaten Solok melaporkan empat warga luka-luka akibat banjir bandang yang menerjang sejumlah kawasan di Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, pada Senin malam, 21 September 2026. Tiga korban luka menjalani perawatan di RSUD Arosuka, sedangkan satu korban lainnya dirujuk ke salah satu rumah sakit di Padang.
Tak hanya itu, sembilan kepala keluarga atau sebanyak 32 jiwa terpaksa mengungsi akibat banjir bandang tersebut, 11 kantor pemerintah terdampak banjir bandang. BPBD juga mencatat 21 mobil dan tujuh sepeda motor mengalami kerusakan akibat bencana.
Banjir bandang turut menerjang kawasan Kompleks Kantor Bupati Solok di Bandar Baliang, Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, serta Nagari Koto Gaek Guguk, Kecamatan Gunung Talang.