Karhutla Gunung Kawi Mencapai 385 Hektare, Pipa Air Warga Putus Terbakar

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur/BPBD Kab. Malang

Karhutla Gunung Kawi Mencapai 385 Hektare, Pipa Air Warga Putus Terbakar

Daviq Umar Al Faruq • 21 September 2026 14:19

Malang: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mencatatkan luasan area terdampak hingga mencapai 385 hektare. Luasan tersebut mencakup kerusakan lahan di tiga wilayah kecamatan, yakni Wagir, Ngajum, dan Wonosari.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mengonfirmasi bahwa area terdampak terluas berada di Kecamatan Wagir yang mencapai 362 hektare. Kebakaran ini juga berdampak langsung pada warga akibat rusaknya infrastruktur vital berupa jaringan air bersih.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengungkapkan bahwa peristiwa kebakaran di jalur Gunung Gentong turut melalap saluran pipa air minum milik warga. Dampaknya, pasokan air bersih ke permukiman penduduk terputus total.

"Berdasarkan informasi dari tim Merkusi Precet, terdapat saluran pipanisasi air minum warga yang terbakar di jalur Gunung Gentong. Hal ini mengakibatkan terputusnya aliran air minum warga, meliputi Dusun Sumbersari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari," ujar Sadono Irawan, Senin, 21 September 2026.

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur/BPBD Kab. Malang

Meskipun kobaran api besar tidak lagi terlihat, tim gabungan di lapangan masih menemukan kepulan asap tipis dari sisa bara pohon mati. Petugas gabungan dari berbagai unsur terus melakukan pemantauan ketat untuk memastikan api benar-benar padam.

Observasi darat dilaksanakan dengan menyisir beberapa puncak gunung oleh puluhan personel gabungan. Langkah pemantauan ini dilakukan guna mencegah potensi munculnya kembali titik api secara mendadak.

"Berdasarkan observasi dan upaya pemadaman lapangan, tidak ditemukan nyala api dan asap tebal kebakaran yang besar. Namun, di beberapa tempat masih terdapat kepulan asap dari bara pohon mati yang terbakar, sehingga masih perlu observasi darat dan pendinginan melalui udara atau water bombing, meliputi Gunung Gentong Kucur," jelas Sadono.

Upaya pemadaman dari udara (water bombing) terus dikerahkan oleh BPBD Provinsi Jawa Timur guna menjangkau area yang sulit diakses melalui jalur darat. Langkah pendinginan udara ini disasarkan pada titik-titik rawan di wilayah perbatasan.

Seluruh tim gabungan yang berada di pos lapangan maupun pos pantau diminta tetap bersiaga melakukan tindakan penanganan cepat. Pengawasan berkesinambungan menjadi prioritas utama hingga kondisi lokasi dinyatakan aman sepenuhnya.

"Pemadaman udara atau water bombing oleh BPBD Provinsi Jawa Timur dilakukan sebanyak 12 kali yang difokuskan pada Blok Pitrang Barat di wilayah Kabupaten Blitar," pungkas Sadono.

(Lukman Diah Sari)