Ilustrasi kereta. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.
Ini Potensi Reaktivasi Jalur Kereta Mati Kereta Ambarawa-Kedungjati
Metro TV • 24 September 2026 05:10
Jakarta: Di balik pesatnya modernisasi kereta api di Indonesia, tersimpan sejumlah jalur perlintasan yang kini tidak lagi difungsikan. Di masa lampau, jalur-jalur ini menghubungkan sejumlah wilayah di Indonesia. Namun, karena sejumlah faktor, jalur-jalur itu ditutup.
Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) menyoroti ada potensi reaktivasi sejumlah jalur mati di Indonesia yang dinilai bakal mendatangkan manfaat bagi masyarakat. Salah satunya adalah jalur mati di daerah Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Menurut Ketua IRPS, Ricki Dwi Agusti, reaktivasi jalur mati Ambarawa-Kedungjati berpotensi membawa dampak baik, khususnya pada peningkatan wisatawan ke Museum Kereta Api Ambarawa.
“Ambarawa itu sebenarnya kan dulunya ter-connecting dengan jalur utama yang dimiliki sama KAI sekarang, tapi sekarang putus di Kedungjati. Nah, itu harapannya kalau bisa tersambung, ya mungkin wisatawan yang akan berkunjung ke Museum Ambarawa mungkin semakin banyak,” kata Ricki kepada Metrotvnews.com, Rabu, 23 September 2026.
Selain jalur mati Ambarawa-Kedungjati, dia juga melihat kebutuhan mobilitas massal pada masyarakat di wilayah pelosok Banten. Ricki menyebut peluang untuk mengoperasikan kembali jalur mati di wilayah tersebut.
“Di lintas barat itu ada jalur yang arah Anyer, Pandeglang, itu juga banyak. Karena kan orang juga ke arah sana itu pelosok itu sangat diperlukan juga jalur arah ke Rangkasbitung ke Pandeglang lah. Kan yang selama ini kan hanya terlayani dari Rangkasbitung sampai Merak, tapi ke arah-arah ke dalam ke arah Pandeglang, Anyer tuh enggak ada,” kata Ricki.

Ketua IRPS, Ricki Dwi Agusti. Foto: Instagram @rickivanhouten.
Sebagai komunitas pelestari sejarah perkeretaapian Indonesia, IRPS aktif menyusuri atau napak tilas di jalur mati. Langkah ini dilakukan untuk mengenang pergerakan kereta api di masa lampau. Di samping juga membuka peluang agar jalur-jalur itu kembali dilirik untuk direaktivasi oleh pihak berwenang.
“Napak tilas itu sebenarnya kan selain apa ya, mengenang jalur ini dulu pernah dipakai aktif. Itu juga harapan kita dengan kegiatan napak tilas itu bisa terus terekspos dan bisa sampai ke pihak berwenang ya untuk menghidupkan jalur itu gitu. Tapi kan tetap lah namanya kewenangan aktif itu kan nanti dari pusat ya, dari pemerintah ya,” tutur Ricki.
(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)