Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Bandara Kalimarau Kaltim

Bandara Kalimarau. (Metro TV/Edi Akbar)

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Bandara Kalimarau Kaltim

Metro TV • 2 September 2026 13:21

Berau: Aktivitas penerbangan di Bandar Udara Kalimarau, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kembali terganggu akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Rabu, 2 September 2026. Kepala Bandara Kalimarau, Patah Atabri, mengatakan jarak pandang di sekitar bandara kian menurun.

"Hari ini 2 September, pesawat Batik Air dari Bandara Soekarno-Hatta ke Berau dialihkan ke Balikpapan. Saat ini tanggal 2 September jarak pandang berada di kisaran 1.200 hingga 3.000 meter," ungkap Patah.

Dia menuturkan, dalam dua pekan terakhir, sejumlah jadwal penerbangan dengan tujuan Berau terpaksa mengalami penundaan (delay). Bahkan, beberapa di antaranya harus dialihkan (divert) ke Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan.

Sebagai contoh, pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6430 rute Jakarta–Berau yang dijadwalkan tiba di Bandara Kalimarau pada pukul 08.15 Wita, Rabu, 2 September 2026, terpaksa dialihkan ke Bandara Sepinggan, Balikpapan. Sehari sebelumnya, insiden serupa juga dialami pesawat Sriwijaya Air rute Makassar–Berau.

Patah menjelaskan, keputusan izin pendaratan maupun pengalihan rute penerbangan sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca serta jarak pandang aktual di Bandara Kalimarau. Sebagai langkah antisipasi, otoritas bandara memperpanjang jam operasional dari sebelumnya pukul 07.00–20.00 Wita menjadi pukul 07.00–23.00 Wita.

"Kami melakukan langkah mitigasi menjaga keamanan dan keselamatan aspek penerbangan dengan penambahan jam operasional penerbangan," jelas dia.

Pesawat Batik Air di Bandara Kalimarau. (Metro TV/Edi Akbar)

Sementara itu, ancaman kebakaran hutan dan lahan hingga kini masih terus meluas di sejumlah wilayah Berau. Berdasarkan pemantauan terkini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau, tercatat ada sebanyak 604 titik panas yang tersebar di berbagai wilayah kabupaten tersebut.

Petugas gabungan terus berjibaku di lapangan untuk melakukan upaya penanganan dan pemadaman karhutla guna menekan dampak kabut asap, termasuk memulihkan kembali kelancaran aktivitas penerbangan sipil. (Metro TV/Edi Akbar)

(Lukman Diah Sari)