Iran Peringatkan AS: Campur Tangan di Selat Hormuz Pelanggaran Gencatan Senjata

Sebuah kapal tanker melintas di Selat Hormuz. (Anadolu Agency)

Iran Peringatkan AS: Campur Tangan di Selat Hormuz Pelanggaran Gencatan Senjata

Willy Haryono • 4 May 2026 08:34

Teheran: Seorang anggota parlemen senior Iran memperingatkan bahwa setiap keterlibatan Amerika Serikat dalam pengaturan pelayaran melalui Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.

Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ibrahim Azizi, menegaskan bahwa segala bentuk campur tangan Washington dalam rezim maritim baru di jalur strategis tersebut tidak dapat diterima.

Dalam unggahannya di platform X, Azizi menolak gagasan bahwa Selat Hormuz maupun Teluk Persia dapat dikelola oleh Amerika Serikat.

“Selat Hormuz dan Teluk Persia tidak akan dikelola oleh unggahan delusi Trump. Tidak ada yang akan percaya pada skenario permainan tuduhan tersebut,” ujar Azizi, seperti dikutip Anadolu, Senin, 4 Mei 2026.

Pernyataan itu disampaikan sebagai respons terhadap komentar Presiden AS Donald Trump sehari sebelumnya.

Trump menyatakan Washington akan memandu kapal-kapal negara netral yang terjebak di Selat Hormuz keluar dari jalur perairan terbatas itu sebagai bagian dari langkah yang ia sebut sebagai misi kemanusiaan.

Melalui platform Truth Social, Trump mengatakan langkah tersebut bertujuan mengawal negara-negara yang tidak terlibat langsung dalam konflik AS-Israel melawan Iran.

Ia menegaskan bahwa AS siap menggunakan upaya terbaiknya untuk memastikan kapal-kapal tersebut dapat keluar dengan aman.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran energi global yang sangat vital, sehingga setiap perubahan pengaturan keamanan di kawasan itu berpotensi berdampak luas terhadap stabilitas regional maupun pasar internasional. (Kelvin Yurcel)

Baca juga: Trump Luncurkan 'Project Freedom' untuk Kawal Kapal Netral dari Selat Hormuz

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)