Petugas Haji Terapkan Mitigasi Umrah Wajib bagi Jemaah Lansia

Calon jemaah haji lansia. Foto: MCH 2026/Akmal

Petugas Haji Terapkan Mitigasi Umrah Wajib bagi Jemaah Lansia

Akmal Fauzi • 3 May 2026 00:11

Jakarta: Calon jemaah haji Indonesia yang telah tiba di Makkah mulai melaksanakan ibadah umrah wajib. Untuk memastikan kelancaran prosesi tersebut, sejumlah langkah mitigasi telah disiapkan oleh petugas, terutama guna mengoptimalkan layanan bagi jemaah haji lanjut usia atau lansia agar tetap dapat beribadah dengan aman.

Ketua Sektor 1 Mekah PPIH, Iman Romansyah, menjelaskan pihaknya mengatur alur pemberangkatan jemaah ke Masjidil Haram secara bertahap. Jemaah yang berada dalam kondisi sehat diberangkatkan lebih dahulu, sementara jemaah lansia baru diberangkatkan setelah rombongan pertama tiba kembali.

Iman menegaskan bahwa jemaah dengan kategori risiko tinggi (risti) atau yang membutuhkan alat bantu akan mendapatkan jadwal khusus.

“Jemaah yang risti atau yang butuh kursi roda sesuai dengan arahan akan dilaksanakan keesokan harinya setelah rombongan yang sehat sudah selesai,” ujar Iman, dikutip dari Media Indonesia, Minggu, 3 Mei 2026.
 


Strategi ini diambil agar anggota rombongan yang lebih bugar dapat turut membantu mengawal pelaksanaan umrah bagi rekan satu timnya yang memiliki keterbatasan fisik. Ia menambahkan,

“Jadi, tidak hanya mengandalkan kursi roda landis (layanan disabilitas) tetapi kita memberdayakan teman-teman sesama rombongan sama regu,” ujarnya.

Di berbagai titik layanan di Masjidil Haram, petugas haji Indonesia terlihat sigap mendampingi jemaah. Selain memberikan arahan jalur, sejumlah petugas juga tampak membantu mendorong kursi roda jemaah lansia selama menjalankan rangkaian ibadah. 


Pelaksanaan ibadah haji. Foto: Metro TV/Misabahol

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan haji yang ramah lansia. Untuk mendukung mobilitas tersebut, jemaah dapat memanfaatkan layanan bus Sholawat yang beroperasi selama 24 jam penuh.

Sementara itu, kedatangan jemaah dari Madinah ke Mekah terus berlangsung secara bertahap sejak Kamis, 30 April 2026. Di tengah meningkatnya kepadatan di kawasan Masjidil Haram, petugas terus mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik mengingat suhu siang hari di Makkah cukup ekstrem, yakni berkisar antara 35 hingga 39 derajat Celsius. 

Jemaah sangat dianjurkan menggunakan pelindung seperti payung dan topi untuk mengurangi risiko paparan panas berlebih. Selain itu, jemaah diminta disiplin menjaga asupan cairan dengan pola minum empat teguk setiap lima menit guna menghindari dehidrasi. 

Petugas juga meminta jemaah untuk selalu mengikuti arahan terkait pengaturan waktu keberangkatan demi menghindari penumpukan massa di Masjidil Haram.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)