Kepala BRIN Arif Satria (dua dari kanan). Foto: Istimewa
BRIN: Sekolah Rakyat Strategis Siapkan SDM Hadapi Bonus Demografi
M Sholahadhin Azhar • 30 April 2026 12:11
Jakarta: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai program Sekolah Rakyat yang telah berjalan selama setahun ini, merupakan langkah strategis pemerintah. Terutama, dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul untuk menghadapi bonus demografi Indonesia.
“Sekolah Rakyat ini sangat strategis karena menyasar kelompok masyarakat yang selama ini belum banyak terjangkau. Cara terbaik mengatasi kemiskinan adalah melalui pendidikan dan penguatan gizi,” kata Kepala BRIN Arif Satria, dalam keterangan yang dikutip Kamis, 30 April 2026.
Hal itu diungkap Arif, dalam diskusi panel acara 'Satu Tahun Perjalanan Sekolah Rakyat: Capaian Strategis dan Sinergi Keberlanjutan'.
Program tersebut dinilai penting untuk memperkuat kualitas pendidikan. Sekaligus, memutus rantai kemiskinan melalui pembangunan manusia sejak dini.
Arif mengatakan Indonesia tengah berada pada momentum penting menuju puncak bonus demografi. Dimana bonus demografi ini menentukan arah pembangunan nasional di masa depan.
Dalam paparannya, Arif menjelaskan kondisi siswa di Indonesia dapat dipetakan ke dalam empat kuadran berdasarkan kemampuan akademik dan kondisi ekonomi keluarga. Menurutnya, selama ini perhatian publik dan kebijakan pendidikan lebih banyak tertuju pada siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Meski demikan, ia menyebut, terdapat kelompok yang dinilai paling rentan, yakni siswa dengan kondisi ekonomi rendah sekaligus prestasi akademik rendah. Kelompok ini dinilai membutuhkan pendekatan pendidikan yang lebih khusus karena berpotensi tertinggal dan menjadi tantangan pembangunan di masa depan apabila tidak mendapatkan intervensi yang tepat.
Arif menyebut siswa Indonesia memiliki empa tipe. Dan, yang paling membutuhkan perhatian adalah kelompok yang ekonominya rendah, sekaligus rendah prestasi akademik.
"Kelompok ini selama ini belum banyak tersentuh, padahal kalau tidak ditangani bisa menjadi tantangan pembangunan ke depan,” jelas Arif.

Kepala BRIN Arif Satria (dua dari kanan). Foto: Istimewa
Arif menyatakan BRIN siap mendukung pengembangan talenta siswa Sekolah Rakyat melalui pemetaan bakat atau talent mapping sejak dini. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mengetahui potensi setiap anak sehingga pembinaan dapat dilakukan secara lebih terarah, termasuk dalam pengembangan talenta riset dan inovasi.
Selain itu, BRIN juga tengah menyiapkan riset untuk mengukur dampak Sekolah Rakyat terhadap pembangunan human capital dan pengurangan kemiskinan. Kajian tersebut diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah dalam menilai efektivitas program bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
“Sekarang kami sedang menyiapkan riset untuk melihat dampak Sekolah Rakyat terhadap human capital dan pengurangan kemiskinan. Jadi nanti ada bukti saintifik mengenai dampak nyata program ini,” ucap Arif.