Ilustrasi krl dan kereta api jarak jauh, dok: KAI
Kecelakaan Kereta Bekasi, Ini Perbedaan KRL dan KA Jarak Jauh
Putri Purnama Sari • 28 April 2026 14:52
Jakarta: Kecelakaan antara KRL Commuter Line dan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026, memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat.
Bagaimana mungkin dua jenis kereta dengan sistem berbeda bisa berada di jalur yang sama hingga menyebabkan tabrakan? Lantas, apa sebenarnya perbedaan antara kedua moda transportasi ini? Berikut informasinya.
Pada dasarnya, KRL dan kereta api jarak jauh memang sama-sama beroperasi di jalur rel. Namun, keduanya memiliki perbedaan mendasar dari sisi sistem, teknologi, hingga layanan yang digunakan.
Perbedaan KRL dan Kereta Api Jarak Jauh
Berikut beberapa perbedaan utama antara KRL dan kereta api jarak jauh:1. Sistem Rel dan Sumber Energi
Kereta api jarak jauh menggunakan rel konvensional dengan lokomotif berbahan bakar diesel. Sementara itu, KRL menggunakan tenaga listrik yang disalurkan melalui kabel di atas rel dan terhubung ke kereta melalui pantograf.
2. Mesin Penggerak
Kereta jarak jauh mengandalkan mesin diesel, sedangkan KRL menggunakan energi listrik bertegangan tinggi yang membuat operasionalnya lebih efisien.
3. Tingkat Kebisingan
Kereta api jarak jauh umumnya lebih bising dibandingkan KRL yang cenderung lebih senyap karena menggunakan tenaga listrik.
4. Interior dan Kenyamanan
Kereta jarak jauh dirancang untuk perjalanan panjang dengan kursi menghadap ke depan. Sementara KRL memiliki kursi memanjang ke samping dan menyediakan ruang berdiri karena melayani perjalanan jarak pendek.
5. Kapasitas Penumpang
KRL mampu mengangkut lebih banyak penumpang dalam satu perjalanan, terutama saat jam sibuk. Sedangkan kereta jarak jauh lebih fokus pada kenyamanan tempat duduk.
6. Pengelola
Sistem perkeretaapian di Indonesia dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Untuk layanan KRL, operasionalnya dijalankan oleh KAI Commuter sebagai anak perusahaan KAI.
7. Rute Pelayanan
Kereta api jarak jauh melayani perjalanan antar kota dan antar provinsi. Sementara KRL beroperasi di wilayah perkotaan seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Meski memiliki banyak perbedaan, KRL dan kereta api jarak jauh tetap bisa melintas di jalur rel yang sama, terutama di kawasan padat seperti Bekasi.
Dalam kondisi normal, sistem persinyalan dan pengaturan perjalanan memastikan setiap kereta berjalan aman tanpa saling bertabrakan. Namun, kecelakaan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur menunjukkan adanya gangguan atau faktor tertentu yang kini masih dalam proses penyelidikan.