Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) saat masih beroperasi di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (15/10/2025). ANTARA/Rubby Jovan
Karyawan Bandung Zoo Urunan Beli Pakan Satwa Akibat Dana Yayasan Menipis
P Aditya Prakasa • 29 November 2025 13:59
Bandung: Sekira 100 orang karyawan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) melakukan patungan atau urunan secara sukarela untuk membeli pakan satwa. Hal itu terpaksa dilakukan dikarenakan dana yayasan yang telah menipis dan tak cukup untuk membeli pakan.
Humas Bandung Zoo, Sulhan Syafi'i, mengatakan dana sukarela yang terkumpul dari hasil udunan itu sebanyak belasan juta. Meski belum memenuhi kebutuhan pakan yang mencapai Rp400 juta, namun inisiatif ini menunjukkan kepedulian para pekerja yang sudah puluhan tahun mengabdi.
"Iya beda-beda (patungannya), ada yang Rp50 ribu, ada yang Rp100 ribu, ada yang lebih. Namanya juga sukarela," kata Sulhan melalui keterangan resmi, Sabtu, 29 November 2025.
Baca Juga :
Yayasan Sebut Pembukaan Bandung Zoo Gratis Tanpa Izin Pemkot Bandung
"Ini bukan soal cukup berapa lama, tapi ini komitmen karyawan membela satwa sampai rela mengeluarkan uang pribadinya untuk membantu pembelian pakan. Kalau untuk menutupi mah gak akan bisa," kata dia.
Jerapah menjadi salah satu satwa yang ada di Bandung Zoo. Metrotvnews.com/ P. Aditya Prakasa
Dia mengatakan inisiatif ini muncul setelah para karyawan mengetahui kondisi keuangan yayasan yang kian mengkhawatirkan. Sebelumnya, pengurus dan pembina Yayasan Margasatwa Tamansari, juga telah ikut patungan untuk menutupi kekurangan biaya pakan.
"Kondisi sekarang sudah darurat. Karyawan di sini sudah lama dan cinta dengan pekerjaan dan satwanya. Jadi ini bukan soal cukup gak cukup, tapi menunjukkan keberpihakan dan komitmen karyawan," ungkap Sulhan.
Untuk keberlanjutan operasional Bandung Zoo, kini pihak pengelola menunggu kebijakan dari Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan agar kebun binatang ini bisa kembali dibuka. Saat ini Bandung Zoo masih tutup sejak 6 Agustus 2025, dan hanya menerima kunjungan terbatas seperti penelitian, edukasi, dan permintaan khusus dari sekolah.
"Kita nunggu wali kota untuk membuka operasional ya. Nunggu dari Farhan ya. Harus cepat kalau tidak repot, secara pendanaan sudah lampu merah. Kita hanya menerima undangan. Kemarin ada beberapa TK dari Padalarang, Bogor, dan daerah lainnya," ujar Sulhan.