Inisiatif transformasi armada dump truck dari diesel ke teknologi hibrida. Foto: dok MHU.
Transformasi Truk Hibrida Tingkatkan Efisiensi Bahan Bakar hingga Pangkas Emisi
Husen Miftahudin • 5 May 2026 11:39
Jakarta: PT Multi Harapan Utama (MHU), anak perusahaan MMS Group Indonesia (MMSGI), berhasil menghemat sebanyak 1,22 juta liter bahan bakar dan efisiensi biaya sebesar Rp19,9 miliar dalam lima bulan pertama implementasi inisiatif transformasi armada dump truck dari diesel ke teknologi hibrida.
Presiden Direktur MHU Kemal Djamil Siregar menjelaskan, inisiatif tersebut menekan fuel ratio dari 68 liter per jam menjadi 36,70 liter per jam, mencatatkan efisiensi 46 persen, melampaui target awal 30 persen.
Selain itu, perusahaan juga melakukan efisiensi energi operasional secara menyeluruh termasuk sistem pemantauan idle time berbasis data (ITIMER) yang berhasil mereduksi emisi sebesar 82.334 ton CO?e langsung dari lini produksi.
Selanjutnya, reklamasi lahan pascatambang yang menyerap karbon sebesar 273.419 ton CO?e, melampaui total pengurangan emisi operasional dan menjadi kontribusi terbesar dalam portofolio dekarbonisasi MHU.
"Secara keseluruhan, kombinasi ketiga pendekatan ini menghasilkan total kontribusi pengurangan emisi dan penyerapan karbon sebesar 355.753 ton CO?e pada 2024, menegaskan bahwa operasi tambang dan mitigasi perubahan iklim yang terukur dapat berjalan beriringan," jelas Kemal seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 5 Mei 2026.
Ke depan, lanjut dia, MHU memperkuat arah transisi energi jangka panjang melalui uji coba dump truck listrik SANY 445 EV di area operasional Loa Kulu, Kutai Kartanegara. Dengan kapasitas motor hingga 460 kW dan baterai 400 kWh, unit ini diproyeksikan mampu menekan biaya operasional hingga 40 persen dibandingkan unit diesel konvensional.
Selain penurunan emisi, MHU juga dinilai unggul dalam transparansi pelaporan. Perusahaan mengadopsi standar internasional ISO 14064-1, mengacu pada IPCC Guidelines, serta secara rutin melaporkan emisi melalui program PROPER KLHK. Sistem monitoring berbasis data yang dikembangkan memastikan seluruh data emisi dapat diverifikasi dan dipertanggungjawabkan secara independen, sebuah praktik yang masih terbatas di industri pertambangan nasional.
| Baca juga: Pertamina Patra Niaga Kebut Implementasi Penurunan Emisi Secara Berkelanjutan |

(MHU raih penghargaan Green Achievement in Emission Reduction dan Ruby Achievement in Emission Transparency. Foto: Istimewa)
Pangkas emisi secara nyata
Berkat inisiatif tersebut, MHU meraih penghargaan Green Achievement in Emission Reduction dan Ruby Achievement in Emission Transparency dalam ajang The Best Corporate Transparency and Emission Reduction Awards 2026 yang diselenggarakan Investortrust.id.
MHU dinilai mampu menurunkan emisi secara nyata sekaligus membangun sistem pelaporan yang transparan, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pengakuan ini lahir dari kinerja yang terukur. Sepanjang 2024, total emisi Scope 1 dan Scope 2 MHU tercatat sebesar 275.065,53 ton CO?e — turun 41,34 persen hanya dalam satu tahun, setara dengan menghilangkan jejak karbon lebih dari 130 ribu kendaraan penumpang.
Yang lebih signifikan, berdasarkan baseline 2021, MHU menargetkan penurunan emisi Scope 1 sebesar delapan persen pada 2030. Pada 2024, enam tahun lebih awal dari jadwal, target tersebut telah terlampaui dengan penurunan mencapai 40,89 persen. Target delapan tahun tercapai hanya dalam tiga tahun.
Kemal menyatakan penghargaan ini mencerminkan konsistensi transformasi berbasis data yang dijalankan perusahaan. "Kami tidak hanya menargetkan penurunan emisi, tetapi juga memastikan setiap langkah terukur, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan," kata dia.
"Ke depan, kami akan terus mempercepat adopsi teknologi rendah emisi dan memperkuat sistem berbasis data. Bagi kami, keberlanjutan bukan sekadar kepatuhan, tetapi strategi bisnis jangka Panjang," tambah Kemal..
Pencapaian ini juga sejalan dengan penguatan kinerja ESG di tingkat grup. MMSGI mencatatkan skor 52/100 dalam Corporate Sustainability Assessment (CSA) 2025 oleh S&P Global untuk sektor Coal & Consumable Fuels.
Dalam konteks industri yang menghadapi tekanan global untuk bertransformasi, capaian MHU menegaskan bahwa dekarbonisasi tidak hanya mungkin dilakukan, tetapi juga dapat diukur, diverifikasi, dan dijadikan keunggulan kompetitif.