Menlu AS Nyatakan Operasi Militer 'Epic Fury' terhadap Iran Telah Berakhir

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. (Anadolu Agency)

Menlu AS Nyatakan Operasi Militer 'Epic Fury' terhadap Iran Telah Berakhir

Willy Haryono • 6 May 2026 06:40

Washington: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan bahwa operasi militer "Epic Fury" terhadap Iran telah berakhir, seiring pergeseran fokus Washington untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

“Operasi telah selesai. Epic Fury, sebagaimana diberitahukan Presiden kepada Kongres, sudah kami akhiri,” ujar Rubio dalam konferensi pers di Gedung Putih, Selasa, 5 Mei 2026.

Ia mengatakan AS telah mencapai tujuan operasi dan kini beralih ke Project Freedom, yang bertujuan membuka kembali Selat Hormuz, sebuah jalur vital perdagangan minyak global.

“Tidak akan ada tembakan kecuali kami ditembak lebih dulu,” tegas Rubio, dikutip dari The New Daily, Rabu, 6 Mei 2026.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan permusuhan dengan Iran telah berakhir dalam surat kepada Kongres pekan lalu. Ia menyebut tidak ada pertempuran sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 7 April.

“Permusuhan yang dimulai pada 28 Februari 2026 telah berakhir,” ungkap isi dalam surat tersebut.

Pemerintah AS menilai pendekatan ini memungkinkan Washington untuk tetap aktif secara militer di Timur Tengah tanpa memerlukan persetujuan tambahan dari Kongres.

Tujuan utama serangan AS adalah memastikan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir, tuduhan yang berulang kali dibantah Teheran. Namun, Iran disebut belum menyerahkan lebih dari 400 kilogram uranium yang diperkaya.

Di tengah klaim berakhirnya operasi militer, Uni Emirat Arab melaporkan gelombang baru serangan rudal dan drone dari Iran.

Kementerian Luar Negeri UEA menyebut serangan tersebut sebagai eskalasi serius dan ancaman langsung terhadap keamanan nasional, serta menegaskan hak untuk merespons.

Namun, pihak Iran membantah tuduhan tersebut. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan tindakan militernya semata-mata bertujuan membalas agresi AS.

Baca juga:  Pentagon Tegaskan Gencatan Senjata AS dengan Iran Masih Berlaku

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)