Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth. (Anadolu Agency)
Pentagon Tegaskan Gencatan Senjata AS dengan Iran Masih Berlaku
Willy Haryono • 6 May 2026 05:58
Washington: Pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa gencatan senjata dengan Iran masih berlaku, meski ketegangan meningkat setelah aksi saling serang terbaru di kawasan Teluk.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan bahwa kesepakatan tersebut belum berakhir, sehari setelah Iran meluncurkan rudal ke Uni Emirat Arab dan militer AS menenggelamkan enam kapal kecil Iran.
“Gencatan senjata belum berakhir,” tegas Hegseth dalam konferensi pers di Pentagon, seperti dikutip dari Radio Free Europe Radio Liberty, Rabu, 6 Mei 2026.
Tak lama setelah pernyataan tersebut, UEA kembali melaporkan gelombang serangan rudal dari Iran, meski belum ada laporan kerusakan maupun korban.
Ketegangan di Selat Hormuz
Pertukaran serangan ini memicu kekhawatiran bahwa kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan hampir sebulan lalu mulai runtuh, berpotensi membuka kembali konflik terbuka yang melibatkan Iran, AS, dan Israel.Pasukan angkatan laut AS kini mulai mengawal sejumlah kapal dagang yang tertahan di Teluk Persia akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
Hegseth menyebut pengawalan tersebut hanya sebagai solusi sementara, sambil menuntut Iran menghentikan blokade. “Iran tidak boleh menghalangi negara-negara lain dan barang-barang mereka di jalur perairan internasional,” ujarnya.
Ia juga menegaskan klaim Iran atas Selat Hormuz tidak sah.
Serangan di Bawah Ambang Perang
Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Dan Caine, mengatakan Iran telah menyerang pasukan AS lebih dari 10 kali sejak gencatan senjata 8 April. Namun, serangan tersebut dinilai belum mencapai ambang untuk memicu operasi militer besar.Menurut Caine, sekitar 22.500 pelaut di lebih dari 1.550 kapal komersial masih tertahan di Teluk Persia karena situasi tersebut.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran agar tidak menargetkan kapal AS, dengan ancaman respons keras. Sementara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa operasi militer awal telah selesai dan langkah AS saat ini bersifat defensif.
“Jika tidak ada tembakan ke kapal kami, kami tidak akan menembak. Namun jika diserang, kami akan merespons,” ujar Rubio.
Baca juga: Ketua Parlemen Iran Sebut Dinamika Baru Sedang Terbentuk di Selat Hormuz