Menuju 5 Abad Jakarta, Pemprov DKI Gaungkan Gerakan Pilah Sampah

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Lingkungan Hidup Mohamad Jumhur Hidayat saat pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta di kawasan Rasuna Said, Jakarta, Minggu, 10 Mei 2026. (Foto: Dok. Metr

Menuju 5 Abad Jakarta, Pemprov DKI Gaungkan Gerakan Pilah Sampah

Patrick Pinaria • 11 May 2026 15:18

Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Deklarasi Gerakan Pilah Sampah dan Pencanangan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta bertajuk 'Jaga Jakarta Bersih: Pilah Sampah' di kawasan Rasuna Said, Minggu, 10 Mei 2026. Acara ini menjadi bagian dari upaya transformasi Jakarta menuju kota global yang bersih dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Mohammad Jumhur Hidayat, serta sejumlah duta besar negara sahabat dan unsur Forkopimda.

Dalam sambutannya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pencanangan HUT ke-499 Jakarta sengaja digelar di Jalan Rasuna Said untuk menunjukkan Jakarta tengah berbenah menjadi kota global dan pusat perekonomian nasional.

"Jakarta dituntut untuk menjadi kota global, pusat perekonomian, inklusif, berbudaya, dan menjawab harapan publik," ujar Pramono.

Pramono menyebut Jakarta saat ini mengalami peningkatan peringkat kota global dunia dari posisi 74 menjadi 71. Ia menargetkan Jakarta dapat masuk jajaran 50 besar kota global dunia di akhir masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Rano Karno.

Ia juga menyoroti penataan kawasan Rasuna Said yang dimulai dengan pembongkaran 109 tiang monorel yang mangkrak selama lebih dari 20 tahun. Penataan tersebut dilakukan untuk menciptakan ruang jalan yang lebih nyaman, aman, dan estetis.

"Sekarang ini kita bangun dan saya ingin menjadikan ini sebagai ikon baru Jakarta," katanya.


Warga bersama petugas melakukan pengelolaan sampah di Kelurahan Rorotan, Jakarta Utara. Gerakan pilah sampah dari rumah tangga di wilayah tersebut menjadi salah satu contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang didorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. (Foto: Dok. Metro TV)

Selain penataan kawasan, Pemprov DKI Jakarta juga mulai menggalakkan Gerakan Pilah Sampah sebagai langkah penanganan persoalan sampah di ibu kota. Dalam acara tersebut, Pemprov DKI Jakarta menyerahkan dokumen road map penghentian praktik open dumping di TPST Bantargebang kepada Menteri Lingkungan Hidup. Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang hanya akan menerima sampah residu.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Mohammad Jumhur Hidayat menyatakan dukungannya terhadap langkah Jakarta dalam mengatasi persoalan sampah. Menurutnya, Jakarta harus menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan sampah.

"Gerakan pilah sampah ini harus menjadi gerakan warga, bukan hanya gerakan birokrasi atau pemerintah," ujar Jumhur.
 


Ia menyebut Indonesia menghasilkan sekitar 141 ribu ton sampah per hari, sementara Jakarta menghasilkan sekitar 8 ribu ton sampah setiap harinya. Pemerintah pusat menargetkan persoalan sampah dapat diselesaikan secara bertahap dalam dua hingga tiga tahun mendatang.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan persoalan sampah menjadi perhatian serius Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pengelolaan sampah merupakan bagian penting dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara maju.

"Tidak mungkin kita menjadi bangsa yang maju kalau mengelola sampah saja tidak bisa," kata Zulkifli Hasan.

Ia menjelaskan pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 109 untuk mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy di sejumlah daerah, termasuk Jakarta. Pemerintah menargetkan persoalan sampah darurat di 71 kota dapat diselesaikan pada 2028.


Masyarakat memadati kawasan Rasuna Said, Jakarta, saat pelaksanaan Deklarasi Gerakan Pilah Sampah dan pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta, Minggu, 10 Mei 2026. Kegiatan ini juga diramaikan dengan pelaksanaan Car Free Day dan berbagai aktivitas edukasi lingkungan. (Foto: Dok. Metro TV)

Dalam rangkaian acara tersebut juga dilakukan prosesi pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta dengan pemasangan angka '9' pada instalasi angka 499 sebagai simbol dimulainya rangkaian perayaan menuju lima abad Jakarta pada tahun depan.

Selain acara utama, kawasan Rasuna Said juga menjadi lokasi pelaksanaan Car Free Day yang mulai diberlakukan sejak pukul 05.30 WIB hingga 10.00 WIB. Masyarakat tampak antusias mengikuti berbagai kegiatan seperti senam pagi, bazar UMKM, hingga edukasi pemilahan sampah.

Pada kesempatan itu, Pemprov DKI Jakarta juga menampilkan praktik pengelolaan sampah di Kelurahan Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara. Warga RW 07 Rorotan telah membiasakan pemilahan sampah rumah tangga sejak akhir 2024 dengan memisahkan sampah organik dan anorganik.

Ketua RW 07 Rorotan Idil Adha mengatakan sampah organik diolah melalui berbagai metode seperti bioreaktor dan losida, sementara sampah anorganik disetorkan ke TPS 3R.

"Dari situ terjadi pengurangan khusus sampah organik," ujarnya.

Pemprov DKI Jakarta menargetkan gerakan pilah sampah dapat berjalan masif di seluruh wilayah Jakarta sebagai bagian dari transformasi kota menuju lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Rosa Anggreati)