Jaksel bakal Bangun JPO Hubungkan Kelurahan Ulujami dan Kebayoran Lama

Ilustrasi- Perahu eretan yang digunakan warga sebagai transportasi penyeberangan yang menghubungkan Kelurahan Ulujami dan Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan, Rabu (12/2/2025). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

Jaksel bakal Bangun JPO Hubungkan Kelurahan Ulujami dan Kebayoran Lama

Siti Yona Hukmana • 1 September 2026 19:09

Jakarta: Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan akan membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) untuk menghubungkan Kelurahan Ulujami dan Kebayoran Lama Utara. Sehingga, memudahkan warga untuk menyeberang ke kawasan itu.

"Dengan dibangunnya jembatan yang menghubungkan Kelurahan Ulujami dan Kelurahan Kebayoran Lama Utara tersebut diharapkan dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi warga yang ingin menyeberang Kali Pesanggrahan," kata Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo dalam keterangannya di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 1 September 2026.

Nantinya pembangunan infrastruktur berupa JPO dilakukan oleh Suku Dinas Bina Marga Jakarta selatan. Syafrin telah meninjau getek dan lokasi pemukiman rawan banjir di Kali Pesanggrahan, Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan.

Peninjauan dilakukan merespons aduan masyarakat mengenai lokasi rawan banjir dan sarana transportasi menyeberang Kali Pesanggrahan dari wilayah Kelurahan Ulujami ke Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Kecamatan Kebayoran Lama.

Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo dalam peninjauan di fasilitas parkir bagi penumpang pembawa kendaraan dekat halte atau stasiun (park and ride) Lebak Bulus, Jakarta, Selasa (9/6/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

Saat ini, getek buatan warga menjadi satu-satunya sarana transportasi penyeberangan antar kelurahan untuk mendukung mobilisasi harian masyarakat, termasuk akses transportasi anak sekolah.

Sementara, untuk mengantisipasi banjir di sekitar Kali Pesanggrahan khususnya wilayah Ulujami dan Kebayoran Lama Utara, Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Selatan akan membersihkan dan mengeruk Kali Pesanggrahan untuk meminimalisasi potensi genangan air.

(Siti Yona Hukmana)