Kegiatan apel siaga Polda Kalltim dalam pemberangkatan personel dalam rangka Operasi Aman Nusa II ini menyasar Polres Kutai Barat, Polres Kutai Kartanegara, Polres Kutai Timur, Polres Berau, dan Polres Paser. (ANTARA/HO-Bidhumas Polda Kaltim)
260 Personel Polda Kaltim Dikerahkan Percepat Penanganan Karhutla
Silvana Febiari • 27 August 2026 07:41
Balikpapan: Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) mengerahkan 260 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pengerahan personel dalam rangka Operasi Aman Nusa II ini menyasar Polres Kutai Barat, Polres Kutai Kartanegara, Polres Kutai Timur, Polres Berau, dan Polres Paser.
"Kehadiran BKO harus menjadi penguat, bukan beban. Utamakan keselamatan dalam setiap langkah," kata Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Kaltim Kombes Pol Dedi Suryadi saat memberikan arahan kepada personel di Balikpapan, seperti dilansir Antara, Kamis, 27 Agustus 2026.
Dedi mengingatkan penanggulangan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api. Penanganannya juga harus memperhatikan kesehatan dan aktivitas ekonomi masyarakat.
"Jadikan setiap langkah pengabdian sebagai ladang ibadah," ujarnya
Dukungan personel ini dikerahkan untuk mempercepat respons terhadap titik-titik kebakaran. Tambahan kekuatan ini diharapkan dapat mengoptimalkan patroli, pemadaman, sekaligus langkah pencegahan di lapangan.
Lima polres yang menerima bantuan tersebut merupakan wilayah yang mencatat peningkatan laporan karhutla dalam dua pekan terakhir.
Polres Kutai Barat dan Berau mencatat belasan titik panas (hotspot) yang telah menjadi kebakaran lahan. Sementara Kutai Timur dan Paser tengah menangani kebakaran berulang di area perkebunan dan semak belukar.

Penanganan Karhutla di RT 06, Kelurahan Gunung Seteleng, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim, Rabu, 26 Agustus 2026. (ANTARA/ HO- BPBD Kabupaten PPU)
Di sisi lain, karhutla di Kutai Kartanegara tersebar di sejumlah kecamatan sehingga membutuhkan penanganan secara bersamaan. Keterbatasan personel yang juga bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjadi alasan utama pengiriman personel BKO.
Selain itu, geografis wilayah yang luas mengharuskan personel melakukan patroli jarak jauh untuk menjangkau lokasi kebakaran. Polda Kaltim berharap kehadiran personel tambahan ini dapat menekan risiko meluasnya karhutla, khususnya di wilayah dengan potensi kebakaran berulang.
Dalam penugasan tersebut seluruh personel ditekankan untuk menjaga disiplin, integritas, serta koordinasi ketat sesuai prosedur dengan unsur terkait di daerah.