Militer Sudan mengerahkan Brigade Elite ke wilayah Bakori, Blue Nile, untuk menghabisi RSF. (Anadolu Agency)
Militer Sudan Kerahkan Brigade Elite ke Blue Nile untuk Hadapi RSF
Willy Haryono • 29 August 2026 20:13
Khartoum: Angkatan Darat Sudan mengerahkan satu brigade ke wilayah operasi Bakori, di bagian tenggara Negara Bagian Blue Nile pada Sabtu, 29 Agustus 2026, di tengah pertempuran dengan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF).
Divisi Infanteri ke-4 Angkatan Darat Sudan di Damazin mengatakan Brigade Elite dari badan keamanan dan intelijen diberangkatkan pada Sabtu pagi untuk menjalankan misi tempur di wilayah Bakori.
"Pengerahan ini bertujuan memperkuat pasukan yang ditempatkan di wilayah tersebut, meningkatkan kemampuan operasional mereka, dan mendukung operasi militer yang sedang berlangsung," kata Divisi Infanteri ke-4 dalam sebuah pernyataan yang dikutip Anadolu Agency.
Komandan Divisi Infanteri ke-4, Mayor Jenderal Ismail al-Tayeb Hussein, menekankan pentingnya kesiapan, disiplin, dan persiapan tempur saat melepas pasukan tersebut.
Pengerahan itu dilakukan sehari setelah Hussein mengunjungi wilayah Fazogli di Blue Nile menyusul serangkaian serangan yang menurut militer dilakukan RSF bersama Sudan People's Liberation Movement-North (SPLM-N).
RSF Klaim Kuasai Pangkalan Militer
Sehari sebelumnya, RSF mengklaim telah merebut pangkalan militer Bakori dan Sarkam di tenggara Damazin, ibu kota Blue Nile. Namun, hingga Sabtu pagi, militer Sudan belum memberikan tanggapan mengenai klaim tersebut.Pada Kamis lalu, militer Sudan mengatakan telah menembak jatuh sebuah drone strategis yang disebut "bermusuhan" di Blue Nile setelah drone tersebut melintasi perbatasan dari Ethiopia.
Militer Sudan mengatakan insiden tersebut menjadi drone strategis ketiga yang mereka klaim berhasil ditembak jatuh dalam waktu satu pekan.
Konflik Sudan Terus Berkecamuk
Selain Blue Nile dan Darfur, pertempuran antara militer Sudan dan RSF juga terus berlangsung di tiga negara bagian wilayah Kordofan, yakni North Kordofan, West Kordofan, dan South Kordofan, sejak 25 Oktober 2025.Konflik antara militer Sudan dan RSF telah berlangsung sejak April 2023 dan menewaskan puluhan ribu orang serta menyebabkan sekitar 13 juta orang mengungsi, menurut perkiraan PBB dan lembaga internasional.
Pertempuran berkepanjangan tersebut juga memperburuk krisis kemanusiaan di Sudan, dengan sejumlah wilayah menghadapi gangguan akses bantuan dan layanan dasar.
Baca juga: Sudan Klaim Drone dari Ethiopia Ditembak Jatuh di Blue Nile