Jelang Ramadan, Bandung Gencarkan Patroli Pengemis Musiman

Petugas gabungan saat melakukan penertiban tunawisma di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung. (Dok/istimewa)

Jelang Ramadan, Bandung Gencarkan Patroli Pengemis Musiman

Roni Kurniawan • 11 February 2026 15:14

Bandung: Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, akan menggencarkan patroli penertiban penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) menjelang dan selama Ramadan 2026. Langkah itu dilakukan untuk menjaga ketertiban serta memastikan ruang publik tidak disalahgunakan.

Farhan mengatakan, Dinas Sosial bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah mulai melakukan operasi sejak beberapa hari terakhir. Pasalnya Kota Bandung kerap menjadi tujuan para gelandangan dan pengemis (gepeng) musiman terutama menjelang dan saat Ramadan.

"Mulai hari ini Dinas Sosial bersama Satpol PP akan kembali melakukan patroli terhadap masyarakat dengan status masalah kesejahteraan sosial," ujar Farhan di Bandara Husein Sastranegara Bandung, Rabu, 11 Februari 2026.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. (Metrotvnews.com/Roni Kurniawan)

Farhan mengungkap, dalam operasi sebelumnya petugas mengamankan puluhan orang yang diduga beraktivitas sebagai pengemis maupun gelandangan di sejumlah titik strategis Kota Bandung. Mayoritas para pengemis terjaring di pusat kota.

"Kemarin kita sudah mengamankan 77 orang, yang ber-KTP Bandung hanya 20 orang. Selebihnya dari berbagai daerah, termasuk luar Jawa. Semua sudah kita kembalikan," beber Farhan.

Menurut Farhan, fenomena meningkatnya jumlah pengemis kerap terjadi menjelang Ramadan. Sehingga, operasi penertiban akan dilakukan secara berkelanjutan.

"Akan ada operasi terus. Karena bagaimanapun juga kami memastikan ruang-ruang publik Kota Bandung tidak diokupasi menjadi ruang pribadi," tegas Farhan.

Farhan menuturkan, Pemkot Bandung tidak serta-merta melakukan tindakan represif. Pendekatan yang dilakukan tetap mengedepankan pembinaan sosial.

"Ketika datang kita tidak pernah tahu bentuknya seperti apa. Tetapi begitu sudah terlihat, tentu akan kita tindak. Namun semuanya kita bina, bukan dibinasakan. Dibina dulu, dimasukkan ke rumah penampungan, lalu dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing," ungkap Farhan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)