Ilustrasi cuaca buruk. Foto: Dok. Antara.
Daftar Wilayah Berpotensi Awan Cumulonimbus pada 18–24 September 2026
Silvana Febiari • 17 September 2026 11:27
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di sejumlah wilayah pada periode 18–24 September 2026. Awan ini berpotensi memengaruhi kondisi cuaca karena dapat memicu hujan lebat, angin kencang, hingga gangguan aktivitas penerbangan.
Berdasarkan data BMKG, wilayah dengan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus dalam kategori Occasional (OCNL) atau cakupan spasial maksimum 50-75 persen meliputi:
- Aceh
- Bengkulu
- Jambi
- Jawa Barat
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Utara
- Lampung
- Laut Natuna Utara
- Laut Sulawesi bagian barat
- Laut Sulawesi bagian tengah
- Papua
- Papua Barat
- Papua Barat Daya
- Papua Pegunungan
- Papua Selatan
- Papua Tengah
- Riau
- Samudra Hindia barat Aceh
- Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai
- Samudra Hindia barat Kepulauan Nias
- Samudra Pasifik utara Papua
- Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya
- Selat Karimata bagian utara
- Selat Malaka bagian tengah
- Selat Malaka bagian utara
- Sulawesi Barat
- Sulawesi Tengah
- Sumatra Barat
- Sumatra Selatan
- Sumatra Utara
Sementara itu, tidak ada wilayah yang diprediksi masuk kategori Frequent (FRQ) pada periode tersebut. Kategori FRQ menunjukkan potensi awan Cumulonimbus dengan persentase cakupan spasial lebih dari 75 persen.
Produk potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus tersebut dihasilkan menggunakan model cuaca numerik untuk memperoleh informasi mengenai sebaran pertumbuhan awan Cumulonimbus di wilayah Indonesia. Informasi ini dapat digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam kewaspadaan terhadap kondisi cuaca.

Potensi Pertumbuhan Awan Cumulonimbus (Cb) di Wilayah Indonesia Periode 18–24 September 2026. (Dokumentasi/ BMKG)
Mengenal Kategori Awan Cumulonimbus
Dalam informasi potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus, terdapat tiga kategori berdasarkan persentase cakupan spasial maksimum.- ISOL CB (Isolated CB) menunjukkan terdapat awan Cumulonimbus dengan cakupan area kurang dari 50 persen.
- OCNL CB (Occasional CB) menunjukkan terdapat awan Cumulonimbus dengan cakupan area sekitar 50-75 persen.
- FRQ CB (Frequent CB) menunjukkan terdapat awan Cumulonimbus dengan cakupan area lebih dari 75 persen.
Adanya prakiraan tersebut, masyarakat dan pengguna jasa transportasi, khususnya penerbangan, dapat memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan memantau pembaruan prakiraan selama periode 18-24 September 2026.