Stasiun pompa Barat-Timur milik Arab Saudi yang rusak akibat serangan Houthi. Foto: BBC
Tiga Stasiun Pompa Timur-Barat Arab Saudi Rusak Akibat Serangan
Fajar Nugraha • 18 September 2026 10:32
Riyadh: Tiga stasiun pompa yang melayani Pipa Timur-Barat yang vital di Arab Saudi mengalami kerusakan akibat serangan pekan lalu, satu lebih banyak dari perkiraan awal dan jadwal perbaikannya belum jelas.
Saudi Aramco, yang mengoperasikan pipa sepanjang 1.200 km yang melintasi Semenanjung Arab, serta kantor media pemerintah Arab Saudi tidak segera menanggapi permintaan komentar.
“Pipa tersebut, yang telah membantu mengurangi dampak gangguan aliran minyak melalui Selat Hormuz, sempat ditutup sementara pada Jumat menyusul serangan pesawat nirawak (drone) yang berasal dari Irak,” menurut keterangan pejabat Saudi, seperti dikutip dari AFP, Jumat, 18 September 2026.
Sumber-sumber memberikan perkiraan yang beragam mengenai berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuka kembali pipa tersebut dan memulihkan aliran minyak mentah ke kondisi normal.
Tiga sumber menyatakan bahwa perbaikan kerusakan tersebut mungkin memakan waktu hingga lima atau enam minggu. Sumber lain mengatakan perbaikan bisa dilakukan lebih cepat dan pemompaan dapat dilanjutkan sebagian sementara proses perbaikan berlangsung.
Berdasarkan penilaian industri, pipa ini dilayani oleh 11 stasiun pompa dan dua stasiun pelepas tekanan yang terpisah.
Fasilitas ini telah menjadi jalur utama bagi pasokan minyak Timur Tengah ke pasar global selama enam bulan terakhir, di saat Selat Hormuz sebagian besar tertutup akibat konflik.
Pipa ini mengalirkan 4 juta hingga 5 juta barel minyak per hari -,setara dengan 4 hingga 5 persen pasokan global,- sehingga menghindarkan Arab Saudi dari dampak terburuk gangguan yang melumpuhkan negara-negara pengekspor minyak dan gas lainnya di kawasan Teluk.