Tumpukan sampah di sejumlah lahan di RW 003, Kelurahan Kapuk Muara, Jakarta Utara. Dokumentasi/ istimewa.
Penataan Pengelolaan Sampah Diharapkan Jaga Lingkungan Kapuk Muara
Deny Irwanto • 15 September 2026 19:55
Jakarta: Keluhan mengenai tumpukan sampah di sejumlah lahan di RW 003, Kelurahan Kapuk Muara, Jakarta Utara, mendorong perlunya penataan dan pemeriksaan kondisi lingkungan. Warga berharap persoalan tersebut dapat ditangani melalui langkah bersama agar kebersihan, kenyamanan, dan kondisi lingkungan tetap terjaga.
Sejumlah warga menyampaikan keberadaan lahan yang diduga dimanfaatkan sebagai tempat penampungan limbah dan sampah atau tempat pembuangan sementara (TPS) liar.
"Kami merasa pembusukan sampah dan pembakaran limbah di TPS liar itu telah mencemari udara di sekitar lokasi. Selain itu, lahan yang semula menjadi daerah resapan air kini rusak karena ditimbun limbah," kata salah seorang warga setempat yang enggan disebut namanya, Selasa, 15 September 2026.
Salah satu langkah yang diharapkan warga ialah pemeriksaan langsung oleh pemerintah bersama instansi terkait untuk memastikan kondisi lokasi, status lahan, serta aktivitas pengelolaan sampah.
Keluhan mengenai aktivitas pembuangan sampah juga disampaikan warga lainnya. Mereka berharap setiap laporan masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi dan ditindaklanjuti melalui pemeriksaan di lapangan.
Penataan Pengelolaan Sampah
Persoalan tersebut mendapat perhatian dari DPRD DKI Jakarta. Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan laporan warga mengenai aktivitas TPS liar di Kapuk Muara akan ditindaklanjuti.
Menurut Yuke, persoalan tersebut juga telah dibawa ke Panitia Khusus (Pansus) Persampahan DPRD DKI Jakarta. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong penanganan persoalan persampahan secara lebih menyeluruh.

Tumpukan sampah di sejumlah lahan di RW 003, Kelurahan Kapuk Muara, Jakarta Utara. Dokumentasi/ istimewa.
Yuke menilai penanganan kondisi lingkungan di sekitar lokasi perlu dilakukan agar masyarakat tidak terus terdampak. Pemeriksaan lapangan juga dapat menjadi langkah awal untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi dan aktivitas di lokasi.
"Ini harus segera ditindaklanjuti agar masyarakat sekitar tidak terus menerima dampaknya," ungkap Yuke di Jakarta.
Selain memastikan aspek aturan, penanganan persoalan sampah di Kapuk Muara juga dapat diarahkan pada upaya penataan lingkungan dan pengelolaan sampah yang lebih tertib. Dengan begitu, kebutuhan masyarakat terhadap lingkungan yang bersih dan nyaman dapat berjalan seiring dengan upaya pemerintah menata sistem persampahan.
Yuke berharap pemeriksaan lapangan dapat dilakukan secara menyeluruh sehingga kondisi di lokasi dapat diketahui jelas. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan yang tepat dan mencegah persoalan serupa kembali muncul.