Ilustrasi. Foto: Magnific.
Tren Gaya Hidup Urban Buka Peluang Bisnis Baru
Ade Hapsari Lestarini • 15 September 2026 23:43
Jakarta: Hari libur tak lagi sekadar menghabiskan waktu untuk berolahraga. Di sejumlah kawasan perkotaan, aktivitas lari berkembang menjadi ruang bertemunya masyarakat dengan komunitas, teknologi, hingga berbagai produk penunjang gaya hidup.
Tak cuma mengenakan sepatu lari, smartwatch untuk memantau aktivitas, menggunakan perangkat audio selama berolahraga mengenakan pakaian olahraga tertentu, hingga mengikuti event bersama komunitas, menjadi gaya hidup 'penikmat' olahraga lari.
Perubahan serupa juga terlihat pada olahraga seperti padel dan golf yang semakin lekat dengan gaya hidup masyarakat urban. Aktivitas olahraga tidak lagi berdiri sendiri, melainkan beririsan dengan kebutuhan terhadap teknologi, fashion, hiburan, dan pengalaman.
Perubahan inilah yang menciptakan konsekuensi ekonomi. Saat sebuah hobi berkembang menjadi gaya hidup, muncul kebutuhan baru di sekelilingnya. Dari kebutuhan itu, terbentuk pasar yang kemudian ditangkap pelaku usaha. Perlahan, hobi berubah menjadi ekosistem bisnis.
Olahraga menjadi gaya hidup
Perkembangan komunitas lari menjadi salah satu gambaran perubahan tersebut. Pada Juni 2026, Urban Republic melalui Urmazing Run 2026 memperlihatkan bagaimana aktivitas olahraga dapat dikembangkan bersama komunitas dan berbagai elemen gaya hidup.
Lari yang pada dasarnya merupakan aktivitas sederhana kini memiliki ekosistem yang semakin luas. Ada komunitas, event, perlengkapan olahraga, perangkat pemantau aktivitas hingga berbagai produk yang mendukung pengalaman berolahraga.
"Urmazing Run terus berkembang menjadi platform yang menggabungkan olahraga yang tidak hanya menekankan aktivitas fisik, tetapi juga kebersamaan dan semangat kolaborasi. Semakin banyak masyarakat dapat merasakan keseruan Urmazing Run serta turut mendorong pengalaman gaya hidup aktif bersama orang-orang terdekat mereka," ujar CEO Erajaya Active Lifestyle, Djohan Sutanto, pada 21 Juni 2026 lalu.
Pola yang sama terlihat pada padel. Pada 11 Juni 2026, Urban Republic membawa konsep tech lifestyle ecosystem ke lapangan padel. Kehadiran teknologi dalam aktivitas tersebut menunjukkan semakin tipisnya batas antara olahraga dan perangkat digital. Konsumen tidak lagi selalu membeli sebuah produk hanya karena fungsi dasarnya. Kebutuhan terhadap produk semakin dipengaruhi oleh aktivitas yang mereka jalani.
Jika seorang pelari dapat membutuhkan smartwatch untuk memantau jarak dan performa, perangkat audio dapat digunakan saat berolahraga maupun bepergian. Kamera dapat menjadi bagian dari perjalanan dan aktivitas kreatif. Artinya, produk semakin mengikuti gaya hidup konsumen.

Ilustrasi olahraga padel. Foto: Magnific.
Membuka ruang baru bagi bisnis
Sejalan dengan itu, perubahan tersebut kemudian membuka ruang baru bagi bisnis. Ketika seseorang mulai menekuni suatu aktivitas, kebutuhan konsumsinya pun bisa berkembang. Seorang pelari mungkin awalnya hanya membutuhkan sepatu. Namun, ketika aktivitasnya semakin rutin, kebutuhan tersebut dapat meluas ke pakaian olahraga, perangkat wearable, audio hingga biaya mengikuti event.
Komunitas kemudian menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Komunitas bukan hanya tempat berkumpulnya orang dengan minat yang sama. Bagi industri lifestyle, komunitas juga dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan aktivitas, membangun pengalaman dan memahami kebutuhan konsumen.
Gambaran mengenai besarnya ekosistem tersebut terlihat dari kinerja PT Sinar Eka Selaras Tbk atau ERAL. Dalam kinerja tahun buku 2023, ERAL mencatat penjualan Rp3,73 triliun, meningkat 22,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp3,04 triliun. Pada periode yang sama, jumlah gerai bertambah 56 menjadi 116 toko.
Menariknya, pertumbuhan bisnis tersebut berjalan beriringan dengan aktivitas komunitas. Perusahaan menyebut telah menggelar lebih dari 200 kegiatan komunitas active lifestyle sepanjang 2023 dengan jumlah peserta lebih dari 39 ribu orang.
Angka tersebut memberikan gambaran aktivitas komunitas tidak lagi bisa dilihat hanya sebagai kegiatan pendukung. Di dalam ekosistem lifestyle, komunitas dapat menjadi salah satu penghubung antara konsumen, aktivitas dan produk.
Di sinilah terdapat peluang ekonomi. Semakin banyak orang menjalani suatu gaya hidup, semakin banyak pula kebutuhan yang muncul di sekitarnya.
Fenomena ini tidak hanya terjadi pada olahraga lari. Padel menjadi contoh bagaimana sebuah aktivitas olahraga dapat berkembang menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat urban. Di sisi lain, golf memperlihatkan segmen lifestyle dengan karakter konsumen yang berbeda.
Pada Mei 2026, Erajaya Active Lifestyle bersama MST Golf menghadirkan konsep premium golf retail experience. Kehadiran golf dalam ekosistem tersebut memperlihatkan pasar lifestyle tidak bersifat tunggal.
Lari dapat berkembang melalui komunitas dengan basis yang luas. Padel tumbuh sebagai aktivitas olahraga sekaligus sosial. Golf memiliki karakter yang lebih premium. Ketiganya berbeda, tetapi memiliki satu kesamaan: aktivitas menciptakan kebutuhan.
Kebutuhan itu kemudian melahirkan peluang bagi bisnis untuk menyediakan produk maupun pengalaman yang sesuai. Hal tersebut membuat industri lifestyle semakin sulit dipisahkan berdasarkan kategori tradisional.
Olahraga dapat bertemu teknologi. Teknologi dapat bertemu fashion. Fashion dapat bertemu komunitas. Sementara komunitas dapat menciptakan event dan pengalaman baru. Batas antarindustri pun semakin cair.
Retail tak sekadar tempat berbelanja
Perubahan perilaku konsumen pada akhirnya turut mengubah wajah retail. Jika sebelumnya toko identik dengan tempat konsumen memilih produk dan melakukan transaksi, kini pengalaman menjadi bagian yang semakin penting.
Gambaran tersebut terlihat dari pengembangan konsep gerai Urban Republic di Bali pada 2023. Outlet fisik ditempatkan bukan hanya sebagai tempat transaksi, tetapi juga sebagai bagian dari interaksi konsumen dengan produk dan brand.
Pembukaan gerai tersebut bahkan disertai berbagai kegiatan, seperti workshop fotografi, workshop drone, dan kegiatan lari. Pola tersebut menunjukkan adanya pergeseran sederhana tetapi penting. Dulu, konsumen datang ke toko untuk membeli produk. Kini, aktivitas dapat menjadi alasan konsumen datang ke toko.
Perubahan ini membuat ruang retail memiliki fungsi yang lebih luas. Toko dapat menjadi tempat mencoba produk, mengikuti kegiatan, bertemu komunitas dan memperoleh pengalaman sebelum akhirnya melakukan transaksi. Dalam industri lifestyle, pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari nilai yang ditawarkan kepada konsumen.
Perubahan retail tersebut berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi. Beberapa tahun lalu, perangkat teknologi lebih mudah dikategorikan berdasarkan fungsi. Ponsel digunakan untuk komunikasi, kamera untuk memotret, headphone untuk mendengarkan musik.
Kini batas tersebut semakin kabur. Smartphone menjadi perangkat kerja sekaligus hiburan, sekaligus digunakan untuk olahraga dan memantau aktivitas. Perangkat audio menemani perjalanan, bekerja maupun berolahraga. Kamera digunakan bukan hanya untuk mengabadikan momen, tetapi juga membuat konten.
Karena itu, keputusan konsumen membeli perangkat semakin berkaitan dengan aktivitas yang ingin mereka lakukan. Pelari mencari perangkat yang mendukung olahraga. Content creator membutuhkan kamera dan perangkat audio. Wisatawan membutuhkan perangkat yang mudah dibawa dan mampu mengabadikan perjalanan.
Teknologi akhirnya tidak hanya menjual perangkat, tetapi masuk ke dalam gaya hidup penggunanya. Fenomena ini pula yang membuat kategori bisnis dalam industri lifestyle semakin beragam. Perubahan tersebut sebenarnya telah terlihat beberapa tahun sebelumnya. Pada 2022, Urban Republic Festival menggabungkan konsep gadget lifestyle, Internet of Things atau IoT, pengalaman offline dan online, hingga skema O2O seperti home delivery dan click & pick.
Konsep tersebut menunjukkan transformasi retail teknologi tidak hanya berkaitan dengan bagaimana barang dijual, tetapi juga bagaimana konsumen berinteraksi dengan produk. Beberapa tahun kemudian, pendekatan tersebut berkembang ke berbagai aktivitas.
Teknologi masuk ke lapangan padel. Komunitas lari menjadi bagian dari aktivitas bisnis. Golf dikembangkan melalui pengalaman retail. Produk audio, wearable, kamera, fashion dan berbagai perlengkapan olahraga berada dalam ruang lifestyle yang semakin beririsan. Dari sinilah konsep ekosistem lifestyle menjadi semakin relevan. Konsumen tidak hanya berhubungan dengan satu produk. Mereka dapat memiliki kebutuhan yang berbeda berdasarkan aktivitas yang dijalani.
Seorang pelari membutuhkan sepatu, kemudian smartwatch. Smartwatch terhubung dengan aplikasi. Aktivitas olahraga membutuhkan komunitas dan event. Event menciptakan kebutuhan terhadap apparel, audio, fotografi dan berbagai produk pendukung. Satu aktivitas dapat melahirkan rantai konsumsi yang panjang.
Pada akhirnya, perubahan gaya hidup masyarakat urban memberikan gambaran mengenai bagaimana sebuah tren dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi.nLari melahirkan komunitas. Komunitas melahirkan event. Event membutuhkan perlengkapan. Perlengkapan membuka pasar bagi teknologi, apparel dan berbagai produk pendukung. Pola yang sama dapat terjadi pada padel, golf, fotografi, perjalanan, gaming maupun aktivitas kreatif lainnya.
Karena itu, bisnis lifestyle tidak lagi sekadar berbicara tentang menjual barang. Pelaku usaha perlu memahami aktivitas apa yang dilakukan konsumen, komunitas apa yang mereka ikuti dan pengalaman seperti apa yang mereka cari. Perubahan tersebut juga menjelaskan mengapa retail semakin berusaha hadir di tengah aktivitas konsumen, bukan sekadar menunggu konsumen datang ke toko. Sebab ketika kebutuhan konsumen terbentuk berdasarkan pengalaman dan gaya hidup, produk hanyalah salah satu bagian dari keputusan pembelian.
Pada akhirnya, perubahan terbesar dalam ekonomi lifestyle bukan sekadar semakin banyaknya produk yang tersedia di pasar. Perubahannya terjadi ketika sebuah aktivitas sederhana mampu menciptakan kebutuhan baru di sekelilingnya.