Ilustrasi susu. Foto Pexels
Nutrisi Susu Kecoak Ungguli Susu Sapi, Bisa Dikonsumsi Manusia?
Muhamad Marup • 16 September 2026 23:08
Jakarta: Susu kecoak terdengar aneh bagi sebagian orang. Namun, penelitian mengungkap bahwa salah satu spesies kecoak, yaitu Diploptera punctata, menghasilkan cairan mirip susu untuk memberi makan embrionya selama masa perkembangan.
Penelitian tersebut menemukan bahwa cairan tersebut membentuk kristal protein di dalam usus embrio. Kristal ini menjadi cadangan makanan yang menyimpan protein, lemak, dan karbohidrat dalam bentuk yang sangat padat.
Dilansir dari jurnal IUCrJ (2016), susu kecoak bukanlah susu seperti yang dihasilkan mamalia. Cairan ini merupakan sekresi nutrisi dari induk Diploptera punctata yang diberikan kepada embrio selama berkembang di dalam kantung pengeraman (brood sac).
Embrio meminum cairan tersebut sejak tahap awal perkembangan. Setelah masuk ke saluran pencernaan, cairan akan berubah menjadi kristal protein yang berfungsi sebagai sumber nutrisi selama masa pertumbuhan.
Embrio Diploptera punctata hanya memiliki sedikit cadangan kuning telur. Karena itu, induk menyediakan nutrisi tambahan melalui cairan susu selama masa kehamilan.
Penelitian menunjukkan bahwa nutrisi tersebut dapat membantu pertumbuhan embrio secara signifikan, termasuk pembentukan otot dan sistem pencernaan. Kandungan protein dalam tubuh embrio juga meningkat sekitar 60 kali lipat selama perkembangan.
Penelitian tersebut menemukan bahwa cairan tersebut membentuk kristal protein di dalam usus embrio. Kristal ini menjadi cadangan makanan yang menyimpan protein, lemak, dan karbohidrat dalam bentuk yang sangat padat.
Dilansir dari jurnal IUCrJ (2016), susu kecoak bukanlah susu seperti yang dihasilkan mamalia. Cairan ini merupakan sekresi nutrisi dari induk Diploptera punctata yang diberikan kepada embrio selama berkembang di dalam kantung pengeraman (brood sac).
Embrio meminum cairan tersebut sejak tahap awal perkembangan. Setelah masuk ke saluran pencernaan, cairan akan berubah menjadi kristal protein yang berfungsi sebagai sumber nutrisi selama masa pertumbuhan.
Embrio Diploptera punctata hanya memiliki sedikit cadangan kuning telur. Karena itu, induk menyediakan nutrisi tambahan melalui cairan susu selama masa kehamilan.
Penelitian menunjukkan bahwa nutrisi tersebut dapat membantu pertumbuhan embrio secara signifikan, termasuk pembentukan otot dan sistem pencernaan. Kandungan protein dalam tubuh embrio juga meningkat sekitar 60 kali lipat selama perkembangan.
Ilustrasi susu. Dok. Pexel
Kandungan Nutrisi Susu Kecoak
Kristal protein susu kecoak mengandung nutrisi yang lengkap untuk menunjang perkembangan embrio. Kandungan utamanya meliputi:
- Protein dengan kadar tinggi.
- Asam amino esensial.
- Lemak atau asam lemak sebagai sumber energi.
- Karbohidrat.
- Protein yang terikat dengan molekul gula atau glikosilasi.
Para peneliti menyebut kombinasi tersebut sebagai paket nutrisi lengkap karena menyediakan zat gizi yang dibutuhkan embrio dalam satu bentuk penyimpanan.
Ungguli Susu Sapi
Keunggulan susu kecoak terletak pada kepadatan nutrisinya, bukan pada volumenya. Kristal protein menyimpan nutrisi dalam susunan yang sangat rapat.
Berdasarkan perhitungan peneliti, satu kristal diperkirakan memiliki kandungan energi lebih dari 3 kali lipat dibandingkan susu sapi dengan massa yang sama.
Selain padat energi, kristal tersebut juga melepaskan nutrisi secara bertahap saat dicerna embrio sehingga pasokan makanan tersedia secara terus-menerus.
Berdasarkan perhitungan peneliti, satu kristal diperkirakan memiliki kandungan energi lebih dari 3 kali lipat dibandingkan susu sapi dengan massa yang sama.
Selain padat energi, kristal tersebut juga melepaskan nutrisi secara bertahap saat dicerna embrio sehingga pasokan makanan tersedia secara terus-menerus.
Proses Penelitian
Dalam proses penelitian, peneliti mengambil secara langsung kristal protein dari usus tengah embrio diploptera punctata yang sedang berkembang.
Tim peneliti kemudian menggunakan teknologi kristalografi sinar-X untuk memetakan struktur protein hingga resolusi atom 1,2 Ångström. Hasil analisis menunjukkan kristal terbentuk secara alami di dalam tubuh embrio tanpa proses rekayasa di laboratorium.
Tim peneliti kemudian menggunakan teknologi kristalografi sinar-X untuk memetakan struktur protein hingga resolusi atom 1,2 Ångström. Hasil analisis menunjukkan kristal terbentuk secara alami di dalam tubuh embrio tanpa proses rekayasa di laboratorium.
Bisa Dikonsumsi Manusia?
Penelitian tersebut tidak menyimpulkan bahwa susu kecoak dapat dijadikan minuman untuk manusia. Kristal protein hanya dihasilkan di dalam tubuh embrio Diploptera punctata.
Jumlah yang dihasilkan sangat sedikit. Selain itu, proses memperolehnya juga harus melalui ekstraksi dari embrio, sehingga belum memungkinkan diproduksi sebagai bahan pangan.
Meski memiliki potensi ilmiah yang menarik, susu kecoak masih menjadi objek penelitian dan belum tersedia sebagai makanan atau minuman yang dapat dikonsumsi manusia.
(Siti Nahdia Usman)
Jumlah yang dihasilkan sangat sedikit. Selain itu, proses memperolehnya juga harus melalui ekstraksi dari embrio, sehingga belum memungkinkan diproduksi sebagai bahan pangan.
Meski memiliki potensi ilmiah yang menarik, susu kecoak masih menjadi objek penelitian dan belum tersedia sebagai makanan atau minuman yang dapat dikonsumsi manusia.
(Siti Nahdia Usman)