Sebanyak 23 ritase air telah disalurkan ke 23 titik di Kabupaten Tangerang sejak 9 hingga 15 September 2026. Dokumentasi/ istimewa.
Bantuan Air dan Pengelolaan Sampah Dipadukan untuk Warga Kabupaten Tangerang
Deny Irwanto • 16 September 2026 19:23
Tangerang: Kebutuhan air masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang, Banten, meningkat memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut mendorong penyaluran bantuan air ke sejumlah titik yang membutuhkan pasokan tambahan.
Melalui Program SULAP (Sampah untuk Layanan Air Publik), sebanyak 23 ritase air telah disalurkan ke 23 titik di Kabupaten Tangerang sejak 9 hingga 15 September 2026. Bantuan tersebut tercatat menjangkau lebih dari 6.900 kepala keluarga atau sekitar 27.600 jiwa.
"Kami ingin bantuan air tidak berhenti sebagai respons sesaat. Melalui SULAP, kami mencoba membangun sebuah mekanisme yang membuat masyarakat ikut terlibat dalam menjaga lingkungan. Sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat dikelola menjadi sesuatu yang memberikan manfaat kembali bagi masyarakat," kata Direktur Estate Management PIK, Restu Mahesa, di Tangerang, Rabu, 16 September 2026.
Di beberapa wilayah, bantuan air disalurkan lebih dari satu kali karena kebutuhan masyarakat yang cukup tinggi. Lokasi tersebut antara lain Tanjung Pasir, Pangkalan, Tegal Angus, Muara, dan Kohod.
Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama CSR PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PIK2), Pemerintah Kabupaten Tangerang, dan Karang Taruna Teluknaga. Selain membantu memenuhi kebutuhan air, program ini juga mengaitkan penyaluran layanan air dengan upaya pengelolaan sampah bernilai ekonomis.

Sebanyak 23 ritase air telah disalurkan ke 23 titik di Kabupaten Tangerang sejak 9 hingga 15 September 2026. Dokumentasi/ istimewa.
Melalui mekanisme tersebut, masyarakat didorong memilah sejumlah jenis sampah, seperti botol plastik PET, plastik PP, kardus, dan kaleng aluminium. Sampah yang memiliki nilai ekonomis kemudian dikonversikan menjadi dukungan terhadap layanan air publik.
Restu menambahkan keberlanjutan program juga berkaitan dengan perubahan kebiasaan masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah.
"Target kami bukan hanya berapa banyak air yang dapat didistribusikan, tetapi bagaimana program ini nantinya mampu mendorong perubahan perilaku. Ketika masyarakat mulai melihat bahwa sampah yang dipilah memiliki nilai dan dapat dikembalikan menjadi manfaat bagi lingkungannya sendiri, di situlah keberlanjutan program mulai terbentuk," jelasnya.
Dalam penyalurannya Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Karang Taruna Teluknaga turut membantu proses koordinasi serta pemetaan kebutuhan masyarakat di lapangan. Kolaborasi tersebut dilakukan agar bantuan dapat diarahkan ke wilayah yang membutuhkan pasokan air.
"Program ini sangat membantu masyarakat, khususnya warga yang saat ini membutuhkan pasokan air. Kami dari Karang Taruna Teluknaga ikut membantu melihat kebutuhan di lapangan dan mendukung penyalurannya kepada warga. Harapannya, SULAP tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan air saat ini, tetapi juga mengajak masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan melalui pemilahan sampah," kata Ketua Karang Taruna Teluknaga, Windar,