Kemendagri dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Sosial Ekonomi Perbatasan

Direktur Waskoban Ditjen Bina Adwil Kemendagri, Amran (kanan). Foto: Istimewa.

Kemendagri dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Sosial Ekonomi Perbatasan

Anggi Tondi Martaon • 12 June 2026 15:04

Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Administrasi Wilayah (Ditjen Bina Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyelenggarakan Persidangan Ke-19 Sekretariat Bersama (SEKBER) KK/JKK SOSEK MALINDO Tahun 2026. Forum tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dalam mewujudkan pembangunan inklusif dan berdampak langsung bagi masyarakat di perbatasan Indonesia dan Malaysia.

"Persidangan Sekretariat Bersama ini memiliki peran penting bagi kedua negara dalam membahas isu-isu strategis sosial ekonomi di kawasan perbatasan yang nantinya akan dibahas lebih mendalam pada pertemuan Tim Teknik di tingkat Provinsi-Negeri dan dalam rangka mempersiapkan Sosek Malindo Tingkat Pusat," ujar Direktur Kawasan, Perkotaan dan Batas Negara (Waskoban) Ditjen Bina Adwil Kemendagri, Amran, melalui keterangannya, Jumat, 12 Juni 2026.

Persidangan ini berlangsung dalam momentum yang strategis usai penyelenggaraan Pertemuan Ke-17 Joint Commission on Bilateral Cooperation (JCBC) Republik Indonesia-Malaysia pada 3 Juni 2026 di Jakarta. Diharapkan, hal itu menjadi titik tolak penguatan kerja sama bilateral yang lebih komprehensif antara kedua negara.

Beberapa Isu strategis yang dibahas dalam persidangan tersebut yaitu operasionalisasi Pos Lintas Batas (PLB) di Temajuk, Kalimantan Barat yang akan segera dilaksanakan soft launching dan revisi Terms of Reference (TOR) KK/JKK SOSEK MALINDO. 

Revisi tersebut tindak lanjut dari arahan Pertemuan Ke-18 High Level Committee Malaysia-Indonesia (HLC Malindo) pada 2025. Yakni, pembaruan kerangka kerja SOSEK MALINDO agar memberikan dampak yang lebih nyata dan terukur bagi kehidupan masyarakat di kawasan perbatasan.

"Besar harapan kami agar Persidangan Sekretariat Bersama kali ini dapat menghasilkan berbagai rekomendasi yang membangun, termasuk terkait revisi ToR KK/JKK SOSEK MALINDO, guna meningkatkan kemajuan kerja sama perbatasan Indonesia-Malaysia," ungkap Amran.

Peserta Persidangan Ke-19 Sekretariat Bersama (SEKBER) KK/JKK SOSEK MALINDO Tahun 2026. Foto: Istimewa.

Kemendagri menekankan bahwa hasil Persidangan Ke-19 SEKBER menjadi landasan rekomendasi yang signifikan untuk menindaklanjuti berbagai kesepakatan yang telah dihasilkan dalam Persidangan Ke-40 KK/JKK SOSEK MALINDO pada 2025. Seluruh rekomendasi yang dihasilkan akan menjadi bahan masukan bagi sidang-sidang KK/JKK SOSEK MALIND

SOSEK MALINDO merupakan forum kerja sama sosial ekonomi antara Indonesia dan Malaysia yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Forum tersebut wadah resmi untuk mempererat hubungan kedua negara, khususnya di kawasan perbatasan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Adwil Kemendagri, Safrizal ZA bertindak sebagai Ketua KK Sosek Indonesia. Sedangkan Malaysia dipimpin Pengarah Bahagian Pengurusan Sempadan Darat, Majlis Keselamatan Negara, Mohamad Badrie Bin Abdul Rahim. 

Turut hadir pula perwakilan dari Negeri Sarawak, Sabah, dan Melaka, serta Provinsi Kalimantan Barat, dan Kalimantan Utara.

Persidangan tersebut sekaligus menandai transisi kepemimpinan di sisi Malaysia. Mohamad Badrie Bin Abdul Rahim resmi mengemban amanah sebagai Ketua Sekretariat JKK SOSEK Malaysia yang baru, menggantikan Puan Azizah Binti Mohamed Said. 

Kemendagri menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi Puan Azizah Binti Mohamed Said dalam memajukan kerja sama sosial ekonomi kawasan perbatasan kedua negara selama masa kepemimpinannya.

(Anggi Tondi)