Kiper Timnas Cape Verde, Vozinha. Foto: Instagram @433
Gemilang Bersama Cape Verde, Followers Vozinha Bertambah dari 50.000 jadi Jutaan
Muhamad Marup • 16 June 2026 13:32
Jakarta: Vozinha menjadi sorotan usai bermain gemilang bersama Cape Verde ketika menahan imbang Spanyol 0-0 di Piala Dunia 2026, Senin, 15 Juni 2026, pukul 23.00 WIB. Tidak hanya penyelamatannya, publik juga mulai mengikuti akun instagramnya.
Jumlah pengikut Vozinha melonjak dari 50.000 di awal pertandingan menjadi jutaan dan terus bertambah hingga saat ini. Per Selasa, 16 Juni 2026, siang, jumlah pengikut Vozinha di Instagram bertambah menjadi 5,6 juta.
“Ini luar biasa. Saya tidak pernah menyangka ini. Pada akhirnya, ini semua untuk Tanjung Verde,” kata Vozinha, mengutip fifa.com, Selasa, 16 Juni 2026.
.jpeg)
Instagram Kiper Timnas Cape Verde. Foto: Tangkapan layar Instagram @vozinha1
Vozinha menambah daftar kisah pesepak bola kurang terkenal di level klub, tapi jadi perhatian setelah tampil cemerlang di Piala Dunia. Metrotvnews.com telah merangkum profil kiper berusia 40 tahun itu sebagai berikut.
Profil Vozinha
Josimar Jose Evora Dias lahir di Cape Verde, 3 Juni 1986. Seperti banyak pesepak bola dari Brasil atau Amerika Latin, ia menggunakan nama julukan sebagai nama punggung.Vozinha yang berarti "Suara" sangat cocok dengan kepemimpinan kiper berusia 40 tahun itu. Komandonya di bawah mistar untuk setiap serangan Spanyol juga telah menyelamatkan gawang Cape Verde.
Kepada FIFA, Vozinha menuturkan bahwa julukan tersebut diberikan kakek dan naneknya. Sewaktu kecil, ia tidak pernah tinggal dengan kedua orang tuanya.
"Ketika saya lahir, ayah saya sedang menjalani dinas militer dan ibu saya harus bekerja keras untuk mencari nafkah, jadi saya selalu dibesarkan oleh kakek dan nenek saya," terangnya. Awalnya ia merasa risih karena orang-orang di Cape Verde lebih mengenal nama julukan ketimbang nama aslinya. Meski demikian, ia tetap menggunakan julukan tersebut hingga hari ini.
"Jika semua orang mengenal saya sebagai Vozinha di Cape Verde, itulah saya," katanya.
Ayah Josimar juga sempat hendak memberi anaknya itu nama Jorge Valdano. Hal tersebut tidak terealisasi karena petugas registrasi ketika Vozinha lahir tidak membolehkan nama Valdano.
"Orang-orang di Tanjung Verde cenderung mendukung negara-negara berbahasa Portugis seperti Brasil dan Portugal," ucapnya.
Baik Josimar maupun Valdano merupakan dua legenda sepak bola Amerika Latin. Josimar merupakan nama dari pesepak bola Brazil, sedangkan Valdano dari Argentina.
Petualangan di Klub Semenjana
Selama berkarier sebagai pesepak bola, Vozinha belum pernah mencicipi liga bergengsi di eropa. Di luar Cape Verde, ia hanya pernah main di Portugal, Slovakia, Siprus, Moldova, dan Angola.Total ia membela delapan klub selama kariernya. Daftar klub yang dibelanya juga bukan klub mentereng seperti di Portugal ia pernah membela Chaves dan Gil Vicente.
Saat ini, ia bahkan berstataus tanpa klub. Bersama Cape Verde, ia telah bermain 90 kali sejak debut pada tahun 2012 lalu.
.jpeg)