100 Ribu Warga Padati Monas, Khidmat Ikuti Zikir dan Doa Kebangsaan

Ratusan ribu warga khidmat mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas. Foto: BPMI Setpres.

100 Ribu Warga Padati Monas, Khidmat Ikuti Zikir dan Doa Kebangsaan

Gabriella Thesa Widiari • 1 August 2026 23:04

Jakarta: Sekitar 100 ribu warga memadatai kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat untuk mengikuti acara Zikir dan Doa Kebangsaan. Agenda ini menjadi pembuka rangkaian kegiatan di Bulan Kemerdekaan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia. Dia mengatakan, zikir dan doa  merupakan ikhtiar spiritual untuk memperkuat persatuan bangsa.

“Dengan zikir kita menumbuhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian kita membangun bumi. Sekitar 100 ribu peserta zikir dan doa malam ini datang dari berbagai wilayah, dari berbagai agama, bersama-sama berdoa untuk negeri,” ujar Nasaruddin dalam sambutannya di Monas, Jakarta, Sabtu, 31 Juli 2026.

Ia menilai, pelaksanaan Zikir dan Doa Kebangsaan menjadi bukti nyata bahwa kerukunan antarumat beragama di Indonesia terus terjaga. Menurutnya, Indeks Kerukunan Umat Beragama meningkat dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.

“Dengan zikir kita meneguhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian kita membangun bumi,” kata Nasaruddin.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan doa bersama lintas agama. Doa dipanjatkan secara bergantian sesuai dengan keyakinan masing-masing sebagai wujud rasa syukur atas nikmat kemerdekaan sekaligus harapan agar Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, serta kekuatan dalam mewujudkan cita-cita nasional.

Pembacaan doa diawali dari agama Kristen Protestan yang dipimpin oleh Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty. Sementara untuk agama Katolik dipimpin oleh Romo Fransiskus Yance Sengga, S.Fill.Lic.Th. Selanjutnya, doa bagi umat Hindu dipimpin oleh Pinandita Gede Pastika, dilanjutkan dengan doa bagi umat Budha oleh Bhikku Bhadranatha, Thera. Selanjutnya, pembacaan doa bagi umat Konghucu yang dipimpin oleh Xs. Budi S. Tanuwibowo. Doa lintas agama ditutup oleh H. Husni Ismail untuk umat beragama Islam.


Romo Fransiskus Yance Sengga, S.Fill.Lic.Th memimpin doa Katolik di acara Zikir dan Doa Kebangsaan. Foto: BPMI Setpres.

Suasana khidmat kemudian berlanjut melalui lantunan Selawat Kebangsaan yang dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf bersama ribuan jemaah yang memadati kawasan Monas.

Sebelumnya, rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Khotmil Qur’an yang dipimpin oleh Dr. KH. Rijal Ahmad Rangkuti dilanjutkan dengan pembacaan Doa Khotmil Qur’an yang dipimpin oleh Ust. H. Muzakkir Abd Rahman, MA.

Turut hadir dalam acara tersebut yakni para Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih serta para tokoh lintas agama.

(Gabriella Thesa Widiari)