Aceh Tamiang Kembali Diterjang Banjir Akibat Tanggul Sungai Jebol

Banjir kiriman kembali merendam pemukiman warga hilir di Desa Raja, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang pada Kamis (1/1/2025). ANTARA/HO/Warga

Aceh Tamiang Kembali Diterjang Banjir Akibat Tanggul Sungai Jebol

Lukman Diah Sari • 1 January 2026 22:44

Banda Aceh: Banjir kembali merendam kawasan permukiman di Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang, Aceh, setelah tanggul sungai di Kampung (Desa) Raja jebol pada Kamis, 1 Januari 2026. Air meluap dan masuk ke rumah warga yang sebagian masih tinggal di tenda pengungsian akibat banjir bandang sebelumnya.

"Kampung kami banjir lagi akibat tanggul jebol belum diperbaiki," kata tokoh pemuda Bendahara Hilir, M Daud, di Aceh Tamiang, Kamis.

Ia menjelaskan tanggul jebol terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Hingga pukul 21.00 WIB, banjir terus meluas ke wilayah lain. Titik tanggul yang jebol berada di jalan penghubung Kecamatan Bendahara dan Seruway sehingga air sungai meluap ke badan jalan dan kawasan permukiman.

"Dampak tanggul jebol, Kampung Raja yang kondisinya masih banyak orang mengungsi di tenda kembali terendam banjir," ujar dia.

Banjir kiriman kembali merendam pemukiman warga hilir di Desa Raja, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang pada Kamis (1/1/2025). ANTARA/HO/Warga

Warga memperkirakan banjir susulan ini merupakan kiriman dari wilayah hulu sungai akibat hujan deras di kawasan pegunungan. M Daud menyebutkan, sejak banjir bandang pada 26 November 2025, banyak tanggul di pesisir Kecamatan Bendahara yang rusak dan belum diperbaiki.

"Jebolnya sejumlah tanggul di pesisir Bendahara ini akibat banjir bandang November 2025, meliputi beberapa titik yaitu Kampung Raja, Lubuk Batil, dan Marlempang," katanya.

Ia mengaku, warga kini hidup dalam kecemasan setiap kali mendengar informasi curah hujan meningkat di wilayah hulu.

"Hari ini kami merasa cemas apabila mendapat kabar intensitas hujan lebat di wilayah hulu, maka kampung-kampung di hilir bisa terendam banjir kembali karena tanggul penahan sungai sudah pada jebol," tambahnya.

Sementara itu, di Desa Selamat, Kecamatan Tenggulun, banjir juga sempat menggenangi permukiman pada Rabu malam, 31 Desember 2025, setelah sungai di objek wisata pemandian Gunung Pandan meluap. Namun, banjir cepat surut.

"Air masuk kampung sampai kawasan tower saja mau ke arah Gunung Pandan. Banjir akibat hujan deras di wilayah atas. Tidak ada korban dan warga mengungsi, hanya banjir lewat," kata Datok Penghulu (Kepala Desa) Kampung Selamat, Suherman.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)