Pameran Ecophilia. (Jessica Nur Faddilah)
Pameran Ecophilia Ajak Pengunjung Cintai Lingkungan Lewat Beragam Wahana Unik
Riza Aslam Khaeron • 14 January 2026 19:02
Jakarta: Museum Bank Indonesia menggelar Pameran Ecophilia yang menarik perhatian pengunjung melalui wahana visual dan aktivitas interaktif yang disajikan. Salah satu wahana yang paling diminati pengunjung adalah Zona Janji Hijau, yang mengajak pengunjung menyampaikan pesan dan komitmen untuk menjaga lingkungan.
Pameran Ecophilia ini memiliki enam zona utama, yaitu Lorong Ecophilia, Zona Pelataran, Zona Rupa Indah, Zona Krisis Bumi, Zona Aksi Bersama, dan Zona Koda: Janji Hijau.
Setiap zona menyajikan materi edukasi yang beragam, mulai dari koleksi rupiah tematik, instalasi berbasis alam, ruang imersif, hingga pemanfaatan barang daur ulang.

Zona Janji Hijau. (Jessica Nur Faddilah)
Zona Janji Hijau adalah area di mana pengunjung bisa menuliskan pesan dan kesan di kertas berbentuk daun yang kemudian ditempelkan pada pohon buatan.
Selain itu, pengunjung dapat menuliskan pesan melalui komputer yang akan ditampilkan di layar dan dapat dibaca pengunjung lainnya.
| Baca Juga: Daftar Konglomerat '9 Naga' Penguasa Bisnis Indonesia, Siapa Saja? |
Zona Pemanfaatan Daur Ulang juga banyak menarik perhatian pengunjung. Di zona ini, pengunjung melihat berbagai instalasi berbasis barang daur ulang yang menyampaikan pesan pelestarian lingkungan secara visual.
Zona ini berada tepat sebelum zona terakhir, sehingga banyak pengunjung berhenti dan mengamati.
Adapun zona menonjol lainnya yaitu Zona Rupa Indah yang menampilkan koleksi rupiah tematik.
Dalam zona ini, pengunjung dapat melihat desain uang kertas rupiah yang menampilkan tema flora dan fauna sebagai simbol keanekaragaman hayati Indonesia. Tampilan tersebut menunjukkan bahwa uang kertas rupiah juga memuat pesan tentang keselarasan antara manusia dan alam.
Melalui pameran ini, pengunjung diajak memandang uang tidak hanya sebagai alat tukar, tetapi juga sebagai sarana penyampai pesan tentang kekayaan alam Indonesia dan pentingnya pelestarian lingkungan.
Salah seorang pengunjung, Regina, tertarik dengan zona flora dan fauna karena dilengkapi permainan interaktif. Dalam permainan tersebut, pengunjung diminta memilih flora atau fauna yang terancam punah.
Jika pilihan tidak tepat, tampilan visual di layar akan berubah sebagai bentuk simulasi dampak kerusakan lingkungan.
Regina menilai informasi yang disajikan dalam pameran ini mudah dipahami dan dikemas secara menarik.
“Bagi pengunjung, datang ke pameran ini dan membaca informasinya mudah dipahami serta ada game yang membuat terasa lebih asyik,” kata Regina.
Pameran Ecophilia dapat dikunjungi hingga 15 Februari 2026 di Museum Bank Indonesia. Pameran ini diminati oleh berbagai kalangan dan biasanya lebih ramai dikunjungi pada akhir pekan serta hari libur nasional.
Melalui konsep interaktif dan visual, pameran ini menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menghibur, tetapi menumbuhkan kesadaran pengunjung terhadap isu lingkungan.