Waspada! Potensi Banjir Rob di Pesisir NTB 17-27 Maret

Sejumlah pegawai pemerintahan bergotong royong membuat tanggul dari karung pasir guna mencegah dampak banjir rob dan abrasi di pesisir pantai kawasan kampung nelayan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (23/1/2026). ANTARA FOTO/Dhimas Budi Pratama/sgd/f

Waspada! Potensi Banjir Rob di Pesisir NTB 17-27 Maret

Whisnu Mardiansyah • 17 March 2026 10:53

Mataram: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir rob yang dapat menggenangi kawasan pesisir Nusa Tenggara Barat (NTB) pada periode 17 hingga 27 Maret 2026 atau saat libur Lebaran.

Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Satria Topan Primadi mengatakan banjir rob disebabkan oleh fenomena pasang maksimum air laut yang berkaitan dengan fase bulan baru.

"Tinggi pasang air laut maksimum sekitar 1,9 meter di sejumlah perairan NTB dengan waktu pasang terjadi pada siang hingga dini hari," ujar Abdul Majid di Mataram seperti dilansir Antara, Selasa, 17 Maret 2026.

Satria mengemukakan banjir rob tersebut berpotensi menimbulkan genangan air laut di sejumlah kawasan pesisir, terutama wilayah yang memiliki elevasi rendah.
 


Berdasarkan prakiraan BMKG, sejumlah daerah yang berpotensi terdampak adalah kawasan pesisir di Pulau Lombok, seperti Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok.

Adapun wilayah pesisir di Pulau Sumbawa yang berpeluang digenangi air laut meliputi Labuhan Badas, Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu'u, dan Asakota.

"Kami mengimbau masyarakat pesisir yang masuk dalam daerah berpotensi rob untuk selalu meningkatkan kewaspadaan," kata Satria.


Ilustrasi: Banjir Rob. Antara Foto

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa peringatan banjir rob menjadi penting mengingat Nusa Tenggara Barat merupakan provinsi kepulauan yang terdiri dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, serta 401 pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Saat arus mudik dan libur Lebaran, aktivitas transportasi dan mobilitas masyarakat untuk berwisata seringkali bergantung kepada wilayah pesisir.

"Pantau terus perkembangan informasi kondisi cuaca dan gelombang laut melalui kanal resmi BMKG untuk mengantisipasi potensi dampak fenomena banjir rob," katanya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)