Angkut Motor Pemudik Gratis Diusulkan Dialihkan untuk Tambah Armada Bus

Motor pemudik gratis tiba di Stasiun Purwosari Solo. Foto: Dok. Istimewa.

Angkut Motor Pemudik Gratis Diusulkan Dialihkan untuk Tambah Armada Bus

Fachri Audhia Hafiez • 16 March 2026 17:01

Jakarta: Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menyarankan pemerintah untuk mengalihkan anggaran program mudik gratis sepeda motor guna memperkuat layanan transportasi umum, khususnya bus antarkota. Langkah ini dinilai lebih strategis karena program angkutan motor gratis dianggap belum efektif mengurangi volume pemudik roda dua secara signifikan setiap musim Lebaran.

“Pemudik motor gratis itu enggak sampai 1% dari mudik pemotor. Jadi ibaratnya menyebar garam di lautan. Makanya kami berpikir, lebih baik mudik motor gratis itu dihilangkan, ditambahkan untuk bus,” kata Djoko dalam keterangannya, Senin, 16 Maret 2026.
 


Djoko menilai, meskipun kebijakan pengangkutan motor gratis memiliki tujuan mulia untuk menekan angka kecelakaan, realisasinya di lapangan masih sangat kecil dibanding total jumlah pemudik. Dengan mengalihkan anggaran tersebut ke sektor bus, pemerintah dinilai dapat meningkatkan kapasitas angkutan massal sehingga mampu mengangkut penumpang dalam jumlah lebih besar.

Menurut Djoko, penguatan transportasi umum merupakan solusi jangka panjang yang lebih efektif daripada mempertahankan program dengan dampak terbatas. Penambahan armada bus tidak hanya akan mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur mudik, tetapi juga memberikan jaminan keselamatan yang lebih luas bagi masyarakat.


Ilustrasi. Foto: Istimewa.

Selain masalah anggaran, Djoko menekankan pentingnya integrasi sistem pendaftaran mudik gratis. Ia mendorong penggunaan platform tunggal bagi seluruh penyelenggara agar distribusi kuota lebih transparan dan tepat sasaran bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Peningkatan pelayanan angkutan umum ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi musiman saat Lebaran, namun juga menjadi stimulus bagi masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal secara berkelanjutan.

(Hilda Kartika Barends)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)