Menteri Keamanan AS Klaim Lebih dari 10.000 Migran Ditangkap di Minneapolis

Petugas dan demonstran bentrok di luar kantor ICE di Minneapolis, Minnesota, 15 Januari 2026. (Anadolu)

Menteri Keamanan AS Klaim Lebih dari 10.000 Migran Ditangkap di Minneapolis

Muhammad Reyhansyah • 20 January 2026 18:03

Minneapolis: Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat Kristi Noem mengatakan lebih dari 10.000 migran telah ditangkap di Minneapolis, Minnesota, dalam operasi penegakan imigrasi yang tengah berlangsung. Pernyataan itu disampaikan Noem pada Senin, 19 Januari 2026 sebagai bagian dari kebijakan pengetatan imigrasi pemerintah federal.

Dalam pernyataannya, Noem menyebut para migran yang ditangkap sebagai pelaku kriminal yang membahayakan masyarakat.

“Kami telah menangkap lebih dari 10.000 kriminal imigran ilegal yang telah membunuh warga Amerika, menyakiti anak-anak, dan menebar teror di Minneapolis,” kata Noem, dikutip dari Anadolu Agency, Selasa, 20 Januari 2026.

Ia juga menuding Gubernur Minnesota Tim Walz dan Wali Kota Minneapolis Jacob Frey gagal melindungi warga. Menurut Noem, kedua pejabat tersebut justru melindungi pihak-pihak yang ia sebut sebagai kriminal.

Noem menambahkan bahwa dalam enam pekan terakhir, aparat penegak hukum telah menangkap sekitar 3.000 migran, sebagai bagian dari operasi yang terus diperluas di wilayah tersebut.

Minneapolis belakangan menjadi perhatian dalam perdebatan nasional mengenai penegakan imigrasi, menyusul insiden penembakan fatal oleh seorang agen Immigration and Customs Enforcement (ICE) pada 7 Januari. Dalam peristiwa tersebut, Renee Nicole Good, seorang perempuan warga negara Amerika Serikat berusia 37 tahun, tewas tertembak.

Kematian Good, yang juga merupakan seorang ibu, memicu reaksi keras dari publik dan kalangan politik. Insiden itu mendorong tuntutan penyelidikan di tingkat lokal, negara bagian, hingga federal, sekaligus memperuncing perdebatan mengenai praktik penegakan imigrasi di Amerika Serikat.

Baca juga:  Minnesota Hadapi Eskalasi Protes di Tengah Operasi Imigrasi Federal

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)