Penemuan jasad terapis di indekos Kayuringin, Kota Bekasi. Istimewa
Polisi Periksa CCTV Lokasi Penemuan Jasad Terapis Wanita di Bekasi
Antonio • 9 January 2026 11:18
Bekasi: Polres Metro Bekasi Kota menyita sejumlah kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi penemuan jasad seorang wanita berinisial SM, 23. Korban yang berprofesi sebagai terapis ditemukan meninggal dunia di kamar indekosnya di Jalan Letnan Arsyad Raya, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kota Bekasi.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, mengatakan pihaknya akan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap rekaman CCTV yang diamankan. “Iya (CCTV) sudah kami amankan dan akan kita teliti,” kata Braiel Arnold Rondonuwu, Kamis, 8 Januari 2026.
Saat ini, jasad korban sedang menjalani proses autopsi di rumah sakit untuk menentukan penyebab kematian yang pasti. Dari olah tempat kejadian perkara (TKP), penyidik menemukan sejumlah barang bukti di dalam kamar indekos, salah satunya adalah satu botol cairan pembersih lantai.
“Cuma saya belum bisa menyimpulkan bahwa yang bersangkutan meminum itu. Kita menunggu hasil autopsi apakah yang bersangkutan sengaja meminum itu, kami masih mendalami,” ujar Braiel.
Polisi juga berencana meminta keterangan dari pihak keluarga korban serta orang yang pertama kali menemukan jasad untuk melengkapi penyelidikan. Kasat Reskrim memaparkan kronologi awal penemuan. Peristiwa bermula ketika seorang kerabat korban, berinisial AS, datang ke indekos atas permintaan ibu kandung SM. Sang ibu khawatir karena tidak dapat menghubungi anaknya sejak siang hari.
“Lalu sesampainya di TKP, saksi menggedor pintu kamar kost korban akan tetapi tidak ada jawaban,” ujar Braiel.

Ilustrasi Medcom.id
AS kemudian meminta bantuan pengurus indekos yang berinisial DRH. DRH akhirnya membuka pintu kamar yang terkunci tersebut menggunakan kunci duplikat. “Pada saat pintu terbuka saksi melihat korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa,” jelas Braiel.
Braiel menyampaikan bahwa secara visual, tidak ada tanda-tanda kekerasan yang terlihat pada tubuh korban. Namun, untuk memastikan hal tersebut, kepolisian masih menunggu hasil lengkap pemeriksaan visum et repertum (autopsi).