Pelatihan Teknis Dipercaya Tekan Angka Pengangguran

Pelatihan servis handphone. Foto: Istimewa

Pelatihan Teknis Dipercaya Tekan Angka Pengangguran

M Sholahadhin Azhar • 10 January 2026 17:43

Jakarta: Pelatihan teknis dipercaya mampu berkontribusi menekan angka pengangguran. Contohnya, dengan memberi pelatihan servis air conditioner (AC) dan handphone.

“Hal ini sejalan dengan misi BSI Maslahat, yaitu mendorong transformasi penerima manfaat menjadi muzaki di masa depan,” kata Manager Empowerment & Sociopreneur Group BSI Maslahat, Yunan Isnainye, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 10 Januari 2026.

Pihaknya menggelar pelatihan sebagai bagian dari program Maslahat University. Rinciannya, pelatihan servis AC pada 16–18 Desember 2025 dengan total tiga kali pertemuan untuk 4 peserta. Kemudian, pelatihan servis handphone pada 17–29 Desember 2025 dengan sepuluh kali pertemuan untuk 16 peserta.

Tidak hanya memberikan teori, peserta mendapatkan praktik langsung, pendampingan, serta perlengkapan kerja sebagai modal usaha. Dengan bekal ini, mereka diharapkan mampu memulai bisnis mandiri atau siap bersaing di dunia kerja.
 


Kisah peserta menjadi bukti nyata dampak program ini. Muhammad Abdul Karim. Warga Bekasi yang telah berkeluarga dan memiliki satu anak mengaku pelatihan servis AC membuka harapan baru.

“Sehari-hari saya mengojek untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun penghasilan dari mengojek kini tidak bisa diandalkan. Karena itu saya mengikuti pelatihan ini agar punya keterampilan tambahan dan peluang pendapatan lain bagi keluarga,” kata Abdul.

Pelatihan servis handphone. Foto: Istimewa

Senada dengan Abdul Karim, Mumtaz Al Fatih, warga Depok mengikuti pelatihan servis handphone. Mumtaz merasakan manfaat besar dari program tersebut.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan keterampilan. Harapan saya, semoga ke depan bisa membuka usaha service HP, meskipun kecil-kecilan terlebih dahulu,” ungkapnya. 

Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan, jumlah Pengangguran Terbuka pada Februari 2025 mencapai 7,27 juta orang. Atau, sekitar 4,76 persen dari total angkatan kerja. 

Kondisi ini banyak dipicu oleh ketidaksesuaian antara keterampilan yang dimiliki tenaga kerja dengan kebutuhan pasar (skill mismatch). BSI Maslahat menegaskan fokus pada solusi berbasis keterampilan terhadap tantangan tersebut. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)