Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI
Kepulauan Babel Siaga Kekeringan, Warga Diminta Hemat Air
Silvana Febiari • 11 August 2026 14:08
Pangkalpinang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menetapkan wilayah Kepulauan Babel dalam status siaga kekeringan. Kondisi tersebut berpotensi memicu krisis air bersih selama musim kemarau.
"Kami mengimbau masyarakat lebih hemat dalam menggunakan air selama musim kemarau tahun ini," kata Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Kepulauan Babel, Slamet Supriyadi, dilansir dari Antara, Selasa, 11 Agsutus 2026.
Berdasarkan hasil analisis BMKG Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Agustus 2026, sejumlah wilayah mulai memasuki level siaga kekeringan. Terutama terjadi di Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Selatan, dan Belitung akibat semakin berkurangnya intensitas hujan.
"Penetapan status siaga ini untuk meningkatkan kewaspadaan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengantisipasi kekeringan dampak musim kemarau kering tahun ini," ungkapnya.
Puncak musim kemarau tahun ini diperkirakan terjadi pada September 2026. Kondisi ini diprediksi berlangsung hingga awal 2027, sekitar Januari atau Februari, sebagai dampak fenomena El Nino di wilayah tersebut.
"Kami mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan air dan melakukan alternatif-alternatif lainnya jika tidak ada lagi ketersediaan air di rumahnya. Misalnya, meminta bantuan air bersih ke BPBD dan menyediakan wadah penampungan air jika hujan turun," ujarnya.

Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Kepulauan Babel, Slamet Supriyadi. ANTARA/Aprionis
Ia mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pembakaran berpotensi memicu kebakaran yang lebih besar dan sulit dikendalikan atau dipadamkan.
"Selama musim kemarau yang disertai angin kencang ini, api akan sangat sulit dikendalikan di semak belukar pada lahan-lahan kosong maupun hutan sudah banyak yang mengering. Oleh karena itu, diimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran di lahan-lahan tersebut," jelasnya.