AS Selidiki Serangan Mematikan di Sekolah Putri Iran, Israel Bantah Terlibat

Sekolah Keputrian Iran yang diserang oleh Israel. Foto: Anadolu

AS Selidiki Serangan Mematikan di Sekolah Putri Iran, Israel Bantah Terlibat

Fajar Nugraha • 6 March 2026 09:54

Washington: Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth mengatakan, penyelidikan sedang berlangsung setelah otoritas Iran melaporkan 168 siswa tewas dalam serangan udara.

AS mengatakan bahwa mereka sedang “menyelidiki” serangan udara terhadap sekolah dasar putri di Iran selatan yang menurut otoritas Iran menewaskan 168 siswa. Sementara Israel membantah keterlibatan dalam serangan tersebut.

Hegseth mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu bahwa Washington sedang “menyelidiki” insiden tersebut.

“Yang bisa saya katakan adalah kami sedang menyelidikinya,” kata Hegseth ketika ditanya tentang pemboman Sekolah Putri Shajareh Tayyebeh di kota Minab, seperti dikutip dari Anadolu, Jumat 6 Maret 2026.

“Militer AS tidak pernah menargetkan situs sipil,” tambah Hegseth.


Israel membantah keterlibatan

Sementara itu, Israel membantah keterlibatan dalam serangan mematikan tersebut.

Juru bicara militer Nadav Shoshani mengatakan, kepada penyiar publik AS, NPR pada hari Senin bahwa tentara Israel tidak mengetahui adanya operasi di daerah tersebut.

“Saat ini kami tidak mengetahui adanya operasi IDF (militer) di daerah itu. Saya tidak tahu siapa yang bertanggung jawab atas pengeboman tersebut,” kata Shoshani.

Para pejabat Iran mengatakan, sekolah itu dihantam pada Sabtu, hari pertama serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran.

Gubernur Minab Mohammad Radmehr mengatakan, serangan itu langsung menghantam sekolah saat kelas sedang berlangsung, menewaskan anak perempuan berusia antara 7 dan 12 tahun. Bangunan itu sebagian besar hancur, dan sebagian atap betonnya runtuh menimpa ruang kelas.

Para pejabat Iran mengatakan bahwa 168 orang tewas dan setidaknya 95 orang terluka dalam serangan itu.

Iran menuduh AS dan Israel melakukan serangan itu, sementara militer Israel mengatakan tidak mengetahui adanya serangan Israel atau AS di daerah tersebut.

Israel sebelumnya membantah keterlibatan dalam serangan mematikan selama perang baru-baru ini di Gaza sebelum kemudian merevisi pernyataannya setelah bukti lebih lanjut muncul.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)