Ilustrasi minyak mentah. Foto: Freepik.
Bahlil: Indonesia Alihkan Impor Minyak Mentah dari Timur Tengah ke Amerika
Husen Miftahudin • 3 March 2026 17:40
Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku telah menyiapkan sejumlah strategi di tengah berkecamuknya geopolitik Timur Tengah. Ini dilakukan agar Indonesia tidak terperangkap dari dinamika global imbas ditutupnya Selat Hormuz oleh Iran yang membuat pasokan minyak mentah global terhambat.
Penutupan Selat Hormuz sendiri membuat 20,1 juta barel per hari pasokan minyak mentah dunia terhambat. Indonesia sendiri, sekitar 20 persen hingga 25 persen impor minyak mentah yang berasal dari Timur Tengah 'mandek'.
Bahlil menyebutkan, strategi pertama yang diambil pemerintah adalah dengan mengalihkan impor minyak mentah (crude) Indonesia dari Timur Tengah ke Amerika Serikat (AS).
"Skenarionya adalah sekarang ini untuk crude yang kita ambil dari Middle East, sebagian kita alihkan untuk ambil dari Amerika supaya ada kepastian ketersediaan crude kita," jelas Bahlil dalam konferensi pers Perkembangan Terkini Timur Tengah dan Implikasi Terhadap Sektor ESDM, Selasa, 3 Maret 2026.
Untungnya, sebut Bahlil, impor bahan bakar minyak (BBM) Indonesia dengan oktan (RON) 90-98, tak berasal dari Timur Tengah. Bensin jenis tersebut diimpor dari negara-negara di luar Timur Tengah sehingga tidak terlalu berpengaruh bagi pasokan BBM komersial.

(Menteri ESDM Bahlil Lahadalila. Foto: Metro TV/Kautsar)
Sementara terkait dengan persoalan elpiji, Indonesia juga mengalihkan impornya ke negara-negara yang tidak terpengaruh dengan penutupan Selat Hormuz.
Diketahui, Indonesia mengimpor elpiji sebanyak 7,3 juta ton per tahun dan tahun ini naik menjadi 7,8 juta ton per tahun. Sebanyak 70 persen impor elpiji Indonesia berasal dari AS, sementara 30 persen lainnya dari Timur Tengah melalui Saudi Aramco.
"Kita tahu bahwa dari informasi dinamika ketegangan di Timur Tengah juga terkait Saudi Aramco, itu juga terkena (dampak) dari penutupan Selat Hormuz. Maka alternatifnya adalah kita swip lagi supaya kita tidak mau ambil risiko, sebagiannya (impor elpiji) kita swip lagi untuk kita belanja di negara yang tidak ada kaitannya dengan Selat Hormuz," papar dia.
Menurut Bahlil, kondisi ini membuat harga BBM di Indonesia turut terdampak mengingat harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) yang ditetapkan pemerintah dalam postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar USD70 per barel.
"Kita tahu bahwa di dalam APBN kita, harga ICP itu USD70 per barel, dan sekarang sudah naik menjadi USD78 hingga USD80 per barel," papar dia.
Kondisi ini yang membuat pemerintah mesti hati-hati dalam penyesuaian harga BBM. Sebab, kenaikan harga minyak ini juga akan berdampak terhadap subsidi yang akan ditanggung negara.
"Tapi di sisi lain dengan kenaikan harga ICP itu juga negara mendapatkan pendapatan karena kita berkontribusi sekitar 600 ribu barel per hari. Nah selisih ini yang akan kita hitung," sebut Bahlil.
"Arahan Presiden adalah kita harus sangat berhati-hati untuk menghitung semuanya dengan tetap memastikan ketersediaan BBM dalam negeri untuk memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat kita," tambah Bahlil menekankan.
Penutupan Selat Hormuz sendiri membuat 20,1 juta barel per hari pasokan minyak mentah dunia terhambat. Indonesia sendiri, sekitar 20 persen hingga 25 persen impor minyak mentah yang berasal dari Timur Tengah 'mandek'.
Bahlil menyebutkan, strategi pertama yang diambil pemerintah adalah dengan mengalihkan impor minyak mentah (crude) Indonesia dari Timur Tengah ke Amerika Serikat (AS).
"Skenarionya adalah sekarang ini untuk crude yang kita ambil dari Middle East, sebagian kita alihkan untuk ambil dari Amerika supaya ada kepastian ketersediaan crude kita," jelas Bahlil dalam konferensi pers Perkembangan Terkini Timur Tengah dan Implikasi Terhadap Sektor ESDM, Selasa, 3 Maret 2026.
Untungnya, sebut Bahlil, impor bahan bakar minyak (BBM) Indonesia dengan oktan (RON) 90-98, tak berasal dari Timur Tengah. Bensin jenis tersebut diimpor dari negara-negara di luar Timur Tengah sehingga tidak terlalu berpengaruh bagi pasokan BBM komersial.
| Baca juga: Selat Hormuz Ditutup, Bahlil: 25% Impor Minyak Mentah Indonesia 'Mandek' |

(Menteri ESDM Bahlil Lahadalila. Foto: Metro TV/Kautsar)
Alihkan impor minyak ke Amerika
Sementara terkait dengan persoalan elpiji, Indonesia juga mengalihkan impornya ke negara-negara yang tidak terpengaruh dengan penutupan Selat Hormuz.
Diketahui, Indonesia mengimpor elpiji sebanyak 7,3 juta ton per tahun dan tahun ini naik menjadi 7,8 juta ton per tahun. Sebanyak 70 persen impor elpiji Indonesia berasal dari AS, sementara 30 persen lainnya dari Timur Tengah melalui Saudi Aramco.
"Kita tahu bahwa dari informasi dinamika ketegangan di Timur Tengah juga terkait Saudi Aramco, itu juga terkena (dampak) dari penutupan Selat Hormuz. Maka alternatifnya adalah kita swip lagi supaya kita tidak mau ambil risiko, sebagiannya (impor elpiji) kita swip lagi untuk kita belanja di negara yang tidak ada kaitannya dengan Selat Hormuz," papar dia.
Menurut Bahlil, kondisi ini membuat harga BBM di Indonesia turut terdampak mengingat harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) yang ditetapkan pemerintah dalam postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar USD70 per barel.
"Kita tahu bahwa di dalam APBN kita, harga ICP itu USD70 per barel, dan sekarang sudah naik menjadi USD78 hingga USD80 per barel," papar dia.
Kondisi ini yang membuat pemerintah mesti hati-hati dalam penyesuaian harga BBM. Sebab, kenaikan harga minyak ini juga akan berdampak terhadap subsidi yang akan ditanggung negara.
"Tapi di sisi lain dengan kenaikan harga ICP itu juga negara mendapatkan pendapatan karena kita berkontribusi sekitar 600 ribu barel per hari. Nah selisih ini yang akan kita hitung," sebut Bahlil.
"Arahan Presiden adalah kita harus sangat berhati-hati untuk menghitung semuanya dengan tetap memastikan ketersediaan BBM dalam negeri untuk memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat kita," tambah Bahlil menekankan.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com