33 Kejadian Bencana Terjadi di Sumsel Sepanjang Januari-Maret 2026

Bagian dapur rumah warga Desa Karang Raja, Kabupaten Muara Enim ambruk akibat longsor. (ANTARA/HO/BPBD Muara Enim)

33 Kejadian Bencana Terjadi di Sumsel Sepanjang Januari-Maret 2026

Silvana Febiari • 10 March 2026 20:38

Palembang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Selatan (Sumsel) mencatat sebanyak 33 kejadian bencana terjadi di wilayah tersebut sepanjang periode 1 Januari hingga 5 Maret 2026. Dari total kejadian tersebut, bencana banjir menjadi yang paling dominan dengan 17 kejadian.

“Selama periode 1 Januari hingga 5 Maret 2026 tercatat ada 33 kejadian bencana di Sumsel. Bencana yang paling dominan adalah banjir dengan 17 kejadian,” kata Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman, dikutip dari Antara, Selasa, 10 Maret 2026.

Selain banjir, BPBD Sumsel juga mencatat delapan kejadian angin kencang, tujuh kejadian tanah longsor, serta satu kejadian banjir bandang yang terjadi di sejumlah wilayah kabupaten dan kota.
 


Ia menjelaskan beberapa daerah mencatat jumlah kejadian bencana cukup tinggi, di antaranya Kabupaten Ogan Ilir dengan enam kejadian, Muara Enim dan Ogan Komering Ulu Selatan masing-masing lima kejadian, serta Kabupaten Ogan Komering Ulu sebanyak tiga kejadian.

Kemudian, Kabupaten Musi Rawas dan Ogan Komering Ilir masing-masing mencatat dua kejadian bencana. Daerah lain seperti Banyuasin, Lubuk Linggau, Lahat, Prabumulih, dan Ogan Komering Ulu Timur masing-masing mencatat satu kejadian.

Lalu, terdapat beberapa wilayah yang tidak mencatat kejadian bencana selama periode tersebut, yakni Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Palembang, dan Pagar Alam. Dari sisi dampak, BPBD Sumsel mencatat sebanyak 21 unit rumah mengalami kerusakan berat, satu unit rusak sedang, dan satu unit rusak ringan. Selain itu, sebanyak 25.864 unit rumah dilaporkan terendam akibat banjir.


Bagian dapur rumah warga Desa Karang Raja, Kabupaten Muara Enim ambruk akibat longsor. (ANTARA/HO/BPBD Muara Enim)


Bencana tersebut juga berdampak pada sejumlah fasilitas umum dan infrastruktur, di antaranya 17 unit fasilitas pendidikan, dua unit rumah ibadah, serta empat unit fasilitas kesehatan. Selain itu, empat unit jembatan dan sekitar 15,33 kilometer jalan dilaporkan mengalami kerusakan akibat berbagai kejadian bencana tersebut.

“Dari data yang kami himpun, total terdapat 26.358 kepala keluarga terdampak dan 604 kepala keluarga terpaksa mengungsi,” jelasnya.

BPBD Sumsel mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor, terutama di daerah yang rawan. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Jika terjadi kondisi darurat, segera melapor kepada pemerintah daerah atau BPBD setempat,” ungkap Sudirman.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)