AS terus meningkatkan kehadiran militer di Timur Tengah. (Anadolu Agency)
AS Kerahkan 2.000 Marinir dan Kapal Serbu dari Indo-Pasifik ke Timur Tengah
Willy Haryono • 14 March 2026 16:05
Washington: Militer Amerika Serikat mulai memindahkan setidaknya satu kapal serbu amfibi dan lebih dari 2.000 Marinir dari Jepang ke Timur Tengah seiring berlanjutnya perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Menurut laporan Fox News yang dikutip Antara, Sabtu, 14 Maret 2026, kapal serbu USS Tripoli yang bermarkas di Sasebo, Prefektur Nagasaki, Jepang, diperkirakan dapat tiba di kawasan tersebut dalam waktu satu hingga dua minggu.
Tripoli bersama dua kapal perang lainnya membentuk Kelompok Siap Amfibi Marinir, yang merupakan unit tempur yang dapat dikerahkan dengan cepat dalam operasi militer.
Media AS melaporkan bahwa Unit Ekspedisi Marinir ke-31 yang berbasis di Okinawa juga sedang dipindahkan ke Timur Tengah.
Langkah tersebut dilakukan ketika konflik antara Amerika Serikat dan Iran memasuki minggu ketiga dan Presiden AS Donald Trump berjanji untuk meningkatkan operasi militer terhadap Teheran.
Pemindahan pasukan ini juga terjadi saat Iran meningkatkan aktivitas militernya di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak mentah dunia.
Pengalihan Aset Militer
Beberapa laporan media juga menyebutkan bahwa Washington mempertimbangkan memindahkan sebagian sistem pertahanan rudal dari Korea Selatan ke Timur Tengah.Langkah pengalihan aset militer dari kawasan Indo-Pasifik ke Teluk Persia memicu kekhawatiran di kalangan sekutu Amerika Serikat di wilayah tersebut. Mereka khawatir pengurangan kekuatan militer AS di kawasan dapat memengaruhi stabilitas keamanan regional.
Presiden Donald Trump mengatakan pengerahan militer tersebut akan berlangsung selama diperlukan. “Saya telah memilih untuk tidak menghancurkan infrastruktur minyak di Pulau Kharg,” tulis Trump di media sosial.
Namun ia memperingatkan bahwa keputusan tersebut dapat berubah jika Iran mencoba mengganggu jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.
Trump juga mengungkapkan bahwa pemerintahannya mempertimbangkan penggunaan kapal Angkatan Laut AS untuk mengawal kapal-kapal yang melintas di selat tersebut guna mencegah potensi serangan.
Baca juga: AS Pertimbangkan Kirim Tambahan Kapal Perang dan Marinir ke Timur Tengah