Kemenhaj Kawal Pemulangan Jemaah Umrah yang Tertahan di Arab Saudi

Ilustrasi ibadah umrah. Foto- dok MI/Ramdani

Kemenhaj Kawal Pemulangan Jemaah Umrah yang Tertahan di Arab Saudi

Akmal Fauzi • 10 March 2026 00:21

Jakarta: Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia terus memantau intensif proses pemulangan sejumlah jemaah umrah asal Indonesia yang mengalami kendala penjadwalan ulang (reschedule) penerbangan di Arab Saudi. Melalui Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah, pemerintah bertindak sebagai fasilitator komunikasi antara jemaah, maskapai, dan penyelenggara perjalanan guna menjamin kelancaran kepulangan mereka.

Berdasarkan laporan pengawasan lapangan per 8 Maret 2026, tercatat 17 jemaah dari PT BMA masih berada di Makkah akibat perubahan jadwal terbang. Belasan jemaah tersebut rencananya diterbangkan kembali ke Tanah Air dalam dua gelombang, yakni 10 dan 14 Maret 2026.

Staf Teknis Urusan Haji Jeddah, M. Ilham Effendy, menegaskan tim di lapangan bekerja nonstop untuk menjembatani kendala komunikasi yang terjadi.

“Tim di lapangan terus melakukan koordinasi dengan maskapai, penyelenggara perjalanan, serta pihak terkait untuk membantu memastikan proses pemulangan jemaah dapat berjalan sesuai jadwal penerbangan yang tersedia,” ujar Ilham dalam keterangan yang diterima, Senin, 9 Maret 2026.


Suasana para jemaah umrah di Tanah Suci. Dokumentasi/ Hafara Tour n Travel

Baca Juga: 

Kepulangan Jemaah Umrah Tertunda Imbas Konflik Iran dengan Israel-AS

Selain itu, terdapat 67 jemaah dari PT RLW yang mengalami kendala kepulangan. Proses penjadwalan ulang penerbangan tengah dilakukan oleh pihak terkait, dengan sebagian jemaah dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 9 Maret 2026m menggunakan Ethiopian Airlines dan Garuda Indonesia.

Tim di lapangan juga memfasilitasi komunikasi bagi lima jemaah umrah mandiri yang terdampak pembatalan penerbangan rute Madinah–Mumbai. Proses pengurusan refund tiket serta penjadwalan penerbangan pengganti sedang dilakukan pihak maskapai dengan jadwal keberangkatan menggunakan Saudia Airlines pada 15 Maret 2026.

Dalam periode pemantauan yang sama, KJRI Jeddah memonitor kepulangan 2.062 jemaah umrah Indonesia, sehingga total kepulangan jemaah mencapai 19.509 orang sejak 28 Februari hingga 8 Maret 2026. Pada 8 Maret 2026, tercatat 434 jemaah baru tiba di Arab Saudi dari Indonesia.

Ilham menegaskan tim akan terus melakukan pemantauan serta koordinasi dengan pihak terkait guna memastikan proses perjalanan jemaah dapat berjalan dengan baik.

“Koordinasi dan pemantauan akan terus kami lakukan bersama pihak terkait agar proses kepulangan jemaah dapat berjalan lancar sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)