Wilayah Cikole Disebut Paling Sering Dilanda Bencana di Kota Sukabumi

Ilustrasi. (MI/Panca Syurkani)

Wilayah Cikole Disebut Paling Sering Dilanda Bencana di Kota Sukabumi

Media Indonesia • 26 November 2023 20:41

Sukabumi: Kecamatan Cikole di Kota Sukabumi, Jawa Barat, merupakan wilayah paling sering diterjang bencana pada tahun ini. Beberapa lokasi di wilayah itu notabene merupakan daerah langganan terjadinya bencana. 

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat Taupik, menuturkan berdasarkan data yang tercatat pada Sistem Informasi Elektronik Data Bencana (Si Edan), selama periode Januari-Oktober tahun ini di Kecamatan Cikole terjadi 29 kali bencana. Wilayah yang paling banyak terjadi bencana berada di Kelurahan Cisarua. 
?
"Selama ini Kelurahan Cisarua memang selalu diwaspadai cukup rawan terjadi potensi bencana. Tahun ini di wilayah itu terjadi 15 kali bencana," kata Novian, Minggu, 26 November 2023.

Secara agregat, selama periode Januari-Oktober di Kota Sukabumi terjadi 149 kali bencana. Selain di Kecamatan Cikole, bencana terjadi di Kecamatan Lembursitu sebanyak 26 kali, Kecamatan Warudoyong sebanyak 25 kasus, Kecamatan Gunungpuyuh sebanyak 22 kali, Kecamatan Citamiang sebanyak 21 kali, Kecamatan Baros sebanyak 19 kali, dan Kecamatan Cibeureum sebanyak 7 kali. 

Dari sebanyak 29 kali bencana di Kecamatan Cikole, nilai kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp1,3 miliar, Kecamatan Lembursitu (26 kali bencana, nilai kerugian Rp1,5 miliar), Kecamatan Warudoyong (25 kali bencana nilai kerugian Rp250 juta), Kecamatan Gunungpuyuh (22 kali bencana, nilai kerugian Rp680 juta), Kecamatan Citamiang (21 kali bencana, nilai kerugian Rp1,2 miliar), Kecamatan Baros (19 kali bencana, nilai kerugian Rp632 juta), serta Kecamatan Cibeureum (7 kali bencana, nilai kerugian Rp58 juta).

"Selama Januari hingga Oktober, pada September terjadi lonjakan jumlah frekuensi bencana. Terdapat 37 kali bencana selama bulan itu," ujarnya. 

Ratusan kali kejadian bencana mengakibatkan sebanyak 160 unit bangunan rusak. Rinciannya, rusak berat sebanyak 14 unit, rusak sedang sebanyak 36 unit, dan rusak ringan 110 unit. Terdapat 105 kepala keluarga atau 120 jiwa yang terdampak. Terdapat korban luka berat sebanyak satu orang dan luka ringan delapan orang. 

BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada dengan potensi bencana hidrometeorologi. Sebab, sesuai prakiraan BMKG, saat ini sudah mulai memasuki hujan.

"Kami juga di BPBD meningkatkan kewaspadaan dengan menyiagakan personel yang selalu siap siaga. Koordinasi juga dilakukan lintas sektoral, termasuk dengan aparatur wilayah di tingkat kecamatan dan kelurahan," jelas Novian.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Meilikhah)