Peresmian kilang LPG Cilamaya oleh Menteri ESDM sekaligus Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia. Foto: dok PT ENP.
Pabrik LPG Cilamaya Beroperasi, Dukung Pengurangan Impor
Husen Miftahudin • 17 October 2026 11:24
Karawang: Fasilitas pengolahan gas bumi LPG Plant Cilamaya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, resmi beroperasi untuk memperkuat pasokan LPG domestik. Fasilitas yang dikembangkan melalui Kerja Sama Operasi (KSO) PT Energi Nusantara Perkasa (ENP) dan PT Euro Asiatic Jaya (EAJ) tersebut memiliki kapasitas produksi LPG hingga 52.800 ton per tahun.
LPG Plant Cilamaya dibangun dengan investasi USD36,93 juta dan kapasitas pengolahan gas terpasang sebesar 40 juta kaki kubik standar per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD). Pembangunannya diselesaikan dalam waktu 13 bulan.
Fasilitas ini dirancang menghasilkan LPG sebanyak 160 ton per hari atau setara 52.800 ton per tahun. Selain itu, pengolahan gas menghasilkan kondensat sebesar 320 barel per hari atau setara 105.600 barel per tahun.
Adapun gas sisa pengolahan (lean gas) dikembalikan kepada PHE Offshore North West Java (PHE ONWJ) untuk dimanfaatkan lebih lanjut. Pasokan gas berasal dari Lapangan PHE ONWJ berdasarkan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) selama sembilan tahun, dengan komitmen pasokan sebesar 37 MMSCFD.
Produksi dari LPG Plant Cilamaya diharapkan menambah pasokan LPG dalam negeri dan mendukung upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap impor. Berdasarkan kapasitas produksinya, fasilitas ini berpotensi menghasilkan LPG hingga 52.800 ton per tahun. Pengembangan fasilitas tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah gas bumi melalui kegiatan hilirisasi di dalam negeri.
Pembangunan LPG Plant Cilamaya dilaksanakan oleh PT Pacific Process Engineering (PPE) sebagai kontraktor engineering, procurement, construction, and installation (EPCI). Proyek ini turut didukung teknologi proses yang dikembangkan di dalam negeri.
Selain berkontribusi terhadap sektor energi, pembangunan fasilitas tersebut melibatkan sekitar 200 tenaga kerja. Kehadirannya juga diharapkan mendorong aktivitas industri pendukung dan pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat serta wilayah sekitarnya.
.jpeg)
(Peresmian kilang LPG Cilamaya oleh Menteri ESDM sekaligus Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia. Foto: dok PT ENP)
Perkuat hilirisasi gas bumi
President Director PT ENP sekaligus Leader KSO PT ENP–PT EAJ Sardjono mengatakan pengembangan fasilitas pengolahan gas bumi merupakan bagian dari upaya menciptakan nilai tambah sumber daya alam bagi perekonomian nasional.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Kementerian ESDM, SKK Migas, pemerintah daerah, kontraktor, mitra usaha, lembaga pembiayaan, dan seluruh pemangku kepentingan yang mendukung penyelesaian proyek tersebut.
"Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral beserta seluruh jajarannya, serta SKK Migas, atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepada KSO PT ENP–PT EAJ dalam merealisasikan proyek strategis ini. Kepercayaan tersebut merupakan amanah yang akan kami jawab melalui pengoperasian LPG Plant Cilamaya secara aman, andal, efisien, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara," ujar Sardjono seperti dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Menurut dia, pembangunan LPG Plant Cilamaya menunjukkan peran kolaborasi pemerintah, SKK Migas, kontraktor kontrak kerja sama, dan pelaku usaha dalam mempercepat hilirisasi gas bumi di Indonesia.
Dengan komitmen pasokan gas sebesar 37 MMSCFD dari Lapangan PHE ONWJ selama sembilan tahun, fasilitas tersebut diharapkan memiliki dukungan pasokan untuk menjaga keberlanjutan operasional dan produksi LPG dalam negeri.
Adapun PT ENP memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam pengembangan dan pengoperasian fasilitas pengolahan LPG di Indonesia. Perusahaan tersebut juga mengoperasikan LPG Plant Gresik dengan kapasitas pengolahan gas sebesar 100 MMSCFD.
Fasilitas di Gresik mengolah gas bumi dari Lapangan PHE West Madura Offshore (WMO) dan Lapangan Poleng menjadi LPG dan kondensat. Beroperasinya fasilitas Cilamaya diharapkan memperkuat pemanfaatan gas bumi domestik, meningkatkan produksi LPG dalam negeri, serta mendukung upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional.