Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja memberi keterangan di Wonosobo. ANTARA/HO - Polres Wonosobo
Gunung Sumbing Kebakaran, 152 Pendaki Dievakuasi
Whisnu Mardiansyah • 20 October 2026 10:18
Wonosobo: Sebanyak 152 pendaki Gunung Sumbing dipastikan telah turun dengan selamat di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung di kawasan tersebut. Kepastian ini disampaikan Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja setelah tim gabungan memastikan seluruh pendaki yang terdaftar telah kembali ke basecamp.
Pengecekan dilakukan setelah tim menerima laporan dari Basecamp Gajah Mungkur di Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, pada pukul 23.30 WIB. Seluruh pendaki yang turun kemudian dicocokkan dengan data registrasi untuk memastikan tidak ada orang yang tertinggal di jalur pendakian.
"Alhamdulillah, dari total 152 pendaki, semuanya sudah turun. Setelah kami cocokkan dengan data registrasi, tidak ada yang terlewat. Seluruh pendaki dalam keadaan sehat dan tidak ada yang mengalami kecelakaan maupun luka-luka," kata Ricky seperti dilansir Antara, Selasa, 20 Oktober 2026.
Kapolres menyampaikan, Polres Wonosobo bersama tim gabungan mengutamakan keselamatan pendaki dalam menangani situasi tersebut. Tim melibatkan Basarnas, BPBD, Puskesmas Kalikajar, pengelola basecamp, Palang Merah Indonesia (PMI), serta sejumlah unsur terkait lainnya.
Jalur Pendakian Ditutup
Sebagai langkah mitigasi, jalur pendakian Gunung Sumbing ditutup melalui sejumlah basecamp. Polres Wonosobo juga berkoordinasi dengan Polres Temanggung dan Polresta Magelang untuk memastikan penutupan jalur dilakukan di wilayah masing-masing, mengingat kawasan pendakian Gunung Sumbing mencakup wilayah hukum yang berbeda.
Tim gabungan turut mendirikan posko pusat kendali di Basecamp Gajah Mungkur. Posko tersebut difungsikan sebagai pusat koordinasi penanganan, pemantauan informasi, serta penerimaan pengaduan dari keluarga pendaki.
Untuk mengantisipasi keadaan darurat, tim gabungan bersama BPBD menyiapkan langkah evakuasi. Sebanyak 40 personel ranger basecamp dikerahkan untuk menjemput pendaki hingga Pos III.

Desa Tingkir Lor, destinasi wisata paling ikonik di Salatiga. Foto: visitjawatengah.jatengprov.go.id
Proses penjemputan menghadapi tantangan karena perjalanan dari Pos III menuju basecamp diperkirakan memakan waktu sekitar enam jam. Selain jarak tempuh, kondisi jalur yang licin juga menambah kesulitan bagi personel di lapangan.
Meski demikian, seluruh pendaki yang terdata berhasil turun dengan selamat. Kapolres menegaskan keselamatan pendaki menjadi prioritas utama dalam penanganan karhutla di kawasan Gunung Sumbing.
"Untuk saat ini, seluruh pendaki sudah aman. Prioritas kami adalah memastikan keselamatan mereka terlebih dahulu. Berbagai langkah mitigasi dan koordinasi lintas wilayah telah kami lakukan untuk mencegah risiko yang lebih besar," katanya.
Ricky menyampaikan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Sumbing masih belum padam. Penanganan kebakaran akan terus dikoordinasikan dengan instansi terkait, termasuk Kepolisian Daerah (Polda), untuk meminta dukungan penanganan lebih lanjut.