Kabasarnas Tekankan Kesiapsiagaan Bencana, Termasuk Kecelakaan Transportasi

ASEAN Transport SAR Forum ke-13 yang digelar di Yogyakarta. Foto: Dok. Basarnas.

Kabasarnas Tekankan Kesiapsiagaan Bencana, Termasuk Kecelakaan Transportasi

Metro TV • 29 September 2026 12:30

Jakarta: Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan (SAR) Nasional (Basarnas), Mohammad Syafii, menekankan vitalnya kesiapsiagaan bersama dalam merespons berbagai insiden, khususnya kecelakaan transportasi di tingkat regional. Hal ini disampaikan saat membuka ASEAN Transport SAR Forum ke-13 digelar di Yogyakarta pada Selasa, 29 September 2026. 

“Kecelakaan penerbangan maupun pelayaran tidak mengenal batas wilayah administrasi negara. Sebuah keadaan darurat yang terjadi di wilayah perbatasan kita membutuhkan komunikasi yang efektif, koordinasi yang cepat, dan prosedur yang dipahami bersama, Informasi yang dapat dipercaya, serta dukungan antarnegara,” ujar Syafii, Selasa, 29 September 2026.

Syafii menjelaskan forum tahunan ini memegang peranan strategis bagi keselamatan kawasan. Di samping juga untuk menyamakan pemahaman terkait prosedur penyelamatan yang telah disepakati. 

“Forum ini bukan hanya untuk bertukar informasi dan pengalaman. Namun forum ini merupakan ruang untuk membangun common understanding, memperkuat koordinasi antar RCC (Rescue Coordination Centre) untuk menyelaraskan prosedur, mengidentifikasi berbagai tantangan pelaksanaan operasi SAR bersama,” jelas Syafii.

Kabasarnas juga menggarisbawahi Standard Operating Procedure (SOP) pencarian dan pertolongan antarnegara anggota. Menurutnya, pedoman yang disepakati harus benar-benar siap dan relevan saat diterapkan pada keadaan tanggap darurat. 

Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan (SAR) Nasional (Basarnas), Mohammad Syafii. Foto: Dok. Basarnas.

Syafii menyebut ASEAN SAR SOP tidak boleh hanya dipandang sebagai dokumen pedoman. Dokumen tersebut harus menjadi acuan bersama yang dapat digunakan oleh seluruh pihak ketika menghadapi insiden yang membutuhkan dukungan lintas negara. 

"Karena itu kita perlu menguji sejauh mana prosedur yang telah disepakati dapat diterapkan pada praktik sesungguhnya,” ungkap Syafii.

Selain pembahasan dalam forum, Syafii mengungkapkan ada latihan SAR bersama dalam rangkaian agenda. Sehingga, tim SAR dari negara anggota ASEAN akan bertukar pengalaman dan informasi.

“Rangkaian kegiatan ini juga dilengkapi dengan ASEAN SAR exercise 2026. Latihan ini bukan sekadar kesempatan untuk menunjukkan kemampuan masing-masing negara. Melainkan sarana untuk menguji kesiapan kita dalam menghadapi keadaan darurat yang kompleks,” kata Syafii.

(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)

(Siti Yona Hukmana)