Ilustrasi. Foto: Magnific.
Kapan Dana Darurat Harus Digunakan? Simak Panduannya
Ade Hapsari Lestarini • 26 October 2026 10:03
Jakarta: Dana darurat merupakan simpanan yang dipersiapkan untuk menghadapi keadaan tidak terduga. Dana ini menjadi salah satu komponen penting dalam pengelolaan keuangan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari ketika terjadi kondisi darurat.
Dengan menyiapkan dana darurat, Anda dan keluarga dapat menjaga pemenuhan kebutuhan pokok saat menghadapi situasi yang membutuhkan pengeluaran mendadak. Namun, untuk mulai mengumpulkannya, Anda perlu menentukan skala prioritas dalam menyusun anggaran keuangan.
Melansir laman CIMB Niaga, alokasi dana darurat perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan dan kebutuhan pokok. Perencanaan yang matang diperlukan agar upaya menyiapkan dana darurat tidak justru membuat Anda kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Waktu yang tepat menggunakan dana darurat
Dana darurat sebaiknya dipersiapkan sedini mungkin dengan menyisihkan sebagian pendapatan secara rutin setiap bulan. Dengan begitu, Anda dapat mengumpulkan dana secara bertahap tanpa harus mengalokasikan uang dalam jumlah besar sekaligus.
Menyiapkan dana darurat pada dasarnya serupa dengan menabung. Bedanya, dana darurat disimpan untuk menghadapi kebutuhan mendesak yang tidak terduga, bukan untuk memenuhi tujuan keuangan tertentu yang sudah direncanakan.
Dana ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan mendesak, baik dalam jumlah besar maupun kecil. Contohnya, biaya penggantian suku cadang kendaraan, biaya hidup selama mencari pekerjaan baru setelah kehilangan pekerjaan, biaya renovasi rumah akibat bencana alam seperti banjir, hingga biaya pengobatan di rumah sakit bagi diri sendiri atau anggota keluarga.
Tempat menyimpan dana darurat
Bagi sebagian orang, masih ada yang menyimpan dana darurat dalam celengan di rumah. Kemudahan akses menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan tempat penyimpanan dana tersebut. Namun, rekening tabungan di bank juga dapat menjadi pilihan untuk menyimpan dana darurat.
Sebaiknya, pisahkan dana darurat dari rekening utama agar tidak tercampur dengan uang untuk kebutuhan sehari-hari. Membuka rekening khusus juga memudahkan Anda memantau jumlah dana yang telah terkumpul.
Selain rekening tabungan, sebagian dana darurat dapat ditempatkan pada instrumen investasi yang mudah dicairkan, seperti reksa dana. Namun, pemilihan instrumen perlu mempertimbangkan tingkat risiko dan waktu pencairan agar dana tetap tersedia ketika dibutuhkan.
Reksa dana berpotensi memberikan imbal hasil, tetapi nilainya dapat berfluktuasi sesuai dengan jenis dan kondisi investasinya. Karena itu, jangan hanya mempertimbangkan potensi keuntungan ketika memilih tempat penyimpanan dana darurat.
Pastikan instrumen yang dipilih memiliki proses pencairan yang sesuai dengan kebutuhan. Mengingat dana darurat digunakan untuk menghadapi situasi mendesak, kemudahan akses menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan.

Ilustrasi. Foto: dok MI.
Besaran alokasi dana darurat
Tidak ada satu rumus yang berlaku untuk menentukan besaran dana darurat bagi semua orang. Jumlah yang perlu disiapkan bergantung pada kebutuhan, pengeluaran rutin, gaya hidup, serta tanggungan masing-masing.
Melansir panduan CIMB Niaga, berikut gambaran besaran dana darurat berdasarkan status perkawinan dan tanggungan.
1. Lajang
Bagi individu yang masih lajang, dana darurat dapat ditargetkan sebesar enam kali pengeluaran bulanan. Meski belum memiliki tanggungan keluarga, kebutuhan dana darurat tetap perlu diperhitungkan agar dapat menghadapi pengeluaran mendadak.
Untuk mencapainya, Anda dapat menyisihkan sebagian pendapatan secara konsisten setiap bulan. Besaran alokasi dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan dan kemampuan memenuhi kebutuhan pokok.
2. Menikah
Bagi pasangan yang baru menikah, cara menyiapkan dana darurat dapat dilakukan seperti ketika masih lajang. Jika kedua pasangan bekerja dan memiliki penghasilan, pengumpulan dana dapat dilakukan bersama-sama.
Namun, kehidupan rumah tangga juga membawa tambahan kebutuhan esensial dan pengeluaran lainnya. Oleh karena itu, CIMB Niaga menyarankan dana darurat sebesar sembilan kali pengeluaran rumah tangga bulanan bagi pasangan yang baru menikah.
Alokasi dana yang lebih besar dapat membantu pasangan mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan mendesak dan menjaga kestabilan keuangan rumah tangga.
3. Berkeluarga
Kebutuhan dana darurat dapat meningkat ketika seseorang telah berkeluarga. Pengeluaran untuk pasangan dan anak membuat kebutuhan rumah tangga menjadi lebih besar dibandingkan ketika masih lajang atau baru menikah.
Meski demikian, menyiapkan dana darurat tetap dapat dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kemampuan keuangan keluarga. CIMB Niaga menyarankan keluarga untuk menyiapkan dana darurat sebesar 12 kali pengeluaran esensial bulanan. Besaran tersebut dapat menjadi acuan dalam menyusun target dana darurat sesuai kebutuhan rumah tangga.
Meskipun begitu, pastikan juga instrumen investasi yang Anda pilih untuk menyimpan dana kebutuhan darurat ini memiliki proses pencairan yang tidak terlampau lama. Sesuai dengan kebutuhannya, dana darurat dibutuhkan untuk menanggulangi kebutuhan di masa yang tidak menentu.