Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) oleh TNI AU di Kalimantan Selatan. MI
Operasi Modifikasi Cuaca Sukses Picu Hujan di Kalsel
Denny S • 27 October 2026 15:51
Banjarmasin: Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) setelah operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan TNI Angkatan Udara bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Upaya tersebut diharapkan membantu mengurangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang melanda wilayah itu dalam beberapa bulan terakhir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengatakan hujan telah turun di sejumlah wilayah selama beberapa hari terakhir. Operasi modifikasi cuaca kini memasuki pekan keempat, seiring meningkatnya keberadaan awan hujan di langit Kalsel.
"Dalam beberapa hari terakhir hujan turun di sejumlah wilayah dampak dari operasi OMC. Ini memasuki pekan ke empat dan memang ada awan hujan di langit Kalsel sehingga hujan bisa turun. Kita harapkan hujan buatan ini dapat membantu mengatasi Karhutla di Kalsel," ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ronny Eka Saputra, Selasa, 27 Oktober 2026.
Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kalsel menunjukkan luas karhutla harian menurun setelah hujan turun. Meski demikian, akumulasi luas area yang terbakar hingga akhir Oktober telah mencapai lebih dari 28 ribu hektare.
"Pada Senin (26 Oktober) luasan Karhutla harian jauh menurun hanya 40 hektare. Selain OMC, upaya pemadaman darat dan udara oleh Satgas Karhutla terus kita lakukan," tutur Ronny.
Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Penerbang Hilman LP Ambarita, mengatakan pelaksanaan OMC merupakan bagian dari penugasan Presiden dan Panglima TNI yang dikoordinasikan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BMKG. Menurut dia, kegiatan tersebut telah membantu mendatangkan hujan di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
"Berdasarkan laporan hujan turun di bagian utara Kalsel dan wilayah Kalteng. Memang awan hujan meningkat di wilayah tersebut. Ada tiga pesawat Casa dan Hercules yang membantu kegiatan OMC ini," tuturnya.
Selain OMC, pihak Lanud Sjamsudin Noor juga berencana melakukan penaburan dry ice dan natrium klorida (NaCl). Upaya tersebut ditujukan untuk membantu penanganan karhutla dan kabut asap di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, serta wilayah Kalimantan Selatan.

Ilustrasi hujan
Di sisi lain, laporan kaji cepat BNPB per 18 Oktober 2026 memperkirakan total kerusakan fisik dan kerugian ekonomi akibat bencana ekologis di Kalimantan Selatan mencapai Rp12,15 triliun. Valuasi tersebut disusun Analis Kebencanaan Ahli Muda BNPB, Abriveno YL Pitoy, berdasarkan pemantauan sebaran api dan titik asap di wilayah Kalsel.
Hingga pertengahan Oktober 2026, luas hutan dan lahan yang terbakar tercatat mencapai 14.080,30 hektare. Area tersebut terdiri atas 10.142,30 hektare lahan mineral dan 3.938 hektare lahan gambut. Kabupaten Banjar menjadi wilayah dengan area terbakar terluas, yakni 7.054,12 hektare. Luasan tersebut mencakup 5.014,12 hektare lahan mineral dan 2.040 hektare lahan gambut.
Kabupaten Tapin menyusul dengan luas area terbakar 3.000,22 hektare, terdiri atas 1.850,22 hektare lahan mineral dan 1.150 hektare lahan gambut. Sementara itu, Kota Banjarbaru mencatat 2.539 hektare area terbakar, meliputi 2.124 hektare lahan mineral dan 415 hektare lahan gambut.
Dua wilayah lainnya yang tercatat terdampak ialah Kabupaten Tanah Laut dengan luas kebakaran 817,50 hektare dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan seluas 343,15 hektare.