Trump Persilakan Flavio Bolsonaro Tinggal di AS Selama yang Diinginkan

Flavio Bolsonaro pergi AS usai kalah dalam pemilu Brasil. (EPA)

Trump Persilakan Flavio Bolsonaro Tinggal di AS Selama yang Diinginkan

Willy Haryono • 1 November 2026 17:07

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa Flavio Bolsonaro, kandidat presiden Brasil yang kalah dalam pemilihan umum, dapat tinggal di AS selama yang diinginkannya.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan saat menghadiri pesta Halloween di kediamannya, Mar-a-Lago, Florida, pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Trump mengatakan tidak memiliki rencana untuk bertemu Bolsonaro, yang tiba di Miami pekan lalu.

"Tidak ada rencana untuk bertemu, tetapi menurut saya dia diperlakukan dengan sangat buruk. Sangat buruk. Jadi, dia bisa tinggal di sini selama yang dia inginkan," kata Trump, dikutip dari Anadolu Agency.

Ketika ditanya apakah dirinya telah berbicara dengan Bolsonaro, Trump tidak memberikan jawaban langsung. Namun, ia kembali menyampaikan dukungannya kepada mantan kandidat presiden Brasil tersebut.

"Menurut saya, pemilihan umum itu merupakan sebuah aib," tambah Trump.

Flavio Bolsonaro, putra mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, kalah dalam pemilihan presiden putaran kedua pekan lalu dari petahana Luiz Inacio Lula da Silva.

Setelah kekalahan tersebut, ia meninggalkan Brasil meskipun terdapat perintah pengadilan yang mewajibkannya menyerahkan paspor sebagai bagian dari penyelidikan dugaan pencucian uang dan pelanggaran keuangan.

Otoritas Brasil kini menyelidiki keadaan di balik kepergiannya, termasuk kemungkinan keterlibatan pejabat asing dalam memfasilitasi perjalanan tersebut.

Izin Tinggal Bolsonaro

Bolsonaro dilaporkan memasuki AS melalui mekanisme discretionary parole, yakni izin imigrasi sementara yang memungkinkan seseorang tinggal di negara tersebut untuk jangka waktu tertentu.

Media Brasil melaporkan, dengan mengutip catatan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP), bahwa izin tersebut berlaku hingga Oktober 2027.

Izin itu tidak memberikan status keimigrasian permanen kepada Bolsonaro.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pada Sabtu bahwa Washington tidak terlibat secara langsung dalam pengaturan keberangkatan Bolsonaro dari Brasil.

Pernyataan Trump muncul di tengah ketegangan diplomatik antara Washington dan Brasilia. Pejabat Brasil berupaya meminta penjelasan mengenai keadaan yang memungkinkan Bolsonaro tiba di AS.

Sementara itu, pengamat pemilu internasional telah menyatakan hasil pemilihan presiden Brasil dapat dipercaya.

Baca juga: Tiba di Miami, Flavio Bolsonaro Klaim Jadi Pemimpin Oposisi Brasil

(Willy Haryono)