Pramono Tegaskan JIS Tetap Kandang Utama Persija Meski Banyak Konser

Jakarta International Stadium (JIS). Foto: Metrotvnews.com/Kautsar Widya Prabowo.

Pramono Tegaskan JIS Tetap Kandang Utama Persija Meski Banyak Konser

Nattasya Amani Vrazeti • 2 November 2026 22:02

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa Jakarta International Stadium (JIS) akan tetap diprioritaskan sebagai kandang utama klub sepak bola Persija Jakarta. Pemprov DKI juga berkomitmen untuk membatasi penyelenggaraan konser musik di stadion tersebut agar fungsi utamanya sebagai arena olahraga tidak terganggu.

“JIS tetap sebagai kandang utamanya Persija, supaya ini juga tidak diartikan macam-macam, JIS tetap menjadi kandang utamanya Persija,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 2 November 2026.
 


Pramono mengakui bahwa saat ini banyak pihak yang berminat menggunakan JIS untuk menggelar konser. Pembatasan ketat akan diberlakukan karena prioritas utama stadion ini diperuntukkan bagi pertandingan sepak bola Macan Kemayoran.

“Termasuk konser-konser yang sekarang ini banyak yang ingin menggunakan JIS, tentunya kami akan melakukan pembatasan, enggak semua konser bisa dilakukan, karena apapun, saya tetap meminta kepada JakPro bahwa JIS adalah kandangnya Persija,” kata Pramono.

Selain itu, ia menyoroti perihal kualitas rumput JIS yang sempat menuai kritik usai dipakai untuk acara hiburan. Menurut Pramono, kini telah ada jaminan teknis bahwa kondisi rumput sudah bisa kembali digunakan bertanding dalam kurun waktu dua pekan pascakonser.


Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Adinda Vinka.

“Kemarin ketika yang sempat ada kritik dari Rizky Ridho maupun Shin Tae-yong, itu sebenarnya 1 minggu setelah acara konser. Dan sekarang ini sudah ada jaminan bahwa 2 minggu dari konser pasti sudah bisa digunakan untuk pertandingan,” tutur Pramono.

Di samping pengaturan penggunaan stadion, Pramono menambahkan bahwa kebijakan terkait hak penamaan atau naming rights JIS akan segera diumumkan dalam waktu dekat kepada publik.

“Maka dengan demikian, JIS bagaimana dengan naming right-nya? Segera akan diputuskan,” jelas Pramono.

(Fachri Audhia Hafiez)