Ilustrasi kenaikan permukaan air laut. Foto: Antara/Aji Styawan
Indonesia Dorong Aksi Global Cegah Kenaikan Laut di Negara Kepulauan
Gabriella Thesa Widiari • 8 October 2026 00:51
Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menegaskan pentingnya kerja sama global untuk memperkuat aksi iklim. Langkah ini dinilai krusial penting mencegah dampak kenaikan permukaan laut terhadap negara-negara kepulauan.
Jumhur menyampaikan hal tersebut dalam Leader’s Plenary pada Pre-COP Leader’s Event di Tuvalu, Rabu, 7 Oktober 2026. Sebagai sesama negara kepulauan, Indonesia memahami risiko perubahan iklim yang dihadapi pulau-pulau kecil dan masyarakat pesisir.
“Ketika ruang untuk menjaga kenaikan suhu 1,5 derajat Celsius semakin menyempit, tugas kita adalah menjembatani komitmen global menjadi hasil nyata, dengan berpedoman pada keadilan serta prinsip tanggung jawab bersama namun berbeda sesuai kemampuan masing-masing negara,” kata Jumhur Hidayat, dilansir dari Antara, Rabu, 7 Oktober 2026
“Transisi energi kita harus berlangsung secara adil, teratur, dan berpusat pada masyarakat, sembari memperkuat ketahanan energi, keterjangkauan, serta melindungi kelompok masyarakat yang rentan,” ujar Jumhur.

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat dalam Leader’s Plenary pada Pre-COP Leader’s Event yang menjadi rangkaian Pre-Conference of the Parties (Pre-COP31) to the United Nations Framework Convention on Climate Change. Foto: dok. KLH/BPLH.
Menurut Jumhur, keberhasilan agenda perubahan iklim ditentukan oleh kemampuan tiap negara dalam mengimplementasikan komitmen menjadi manfaat nyata. Dunia internasional perlu memastikan ambisi iklim direalisasikan dalam bentuk aksi konkret.
“Tantangan dunia saat ini bukan lagi sekadar meningkatkan ambisi, melainkan memastikan bahwa ambisi tersebut benar-benar diwujudkan melalui implementasi yang konkret,” ucap Jumhur.
Rangkaian Pre-COP31 di Fiji dan Tuvalu menjadi persiapan menuju United Nations Climate Change Conference (COP31) di Turki pada November 2026. Forum ini mengadopsi Deklarasi Taku Pakasoa untuk mendukung negara berkembang pulau kecil dalam menghadapi risiko iklim.