Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. Foto: Dok Metrotvnews.com
Literasi Kebudayaan Kunci Rawat Karakter Bangsa
Arga Sumantri • 4 October 2026 17:37
Jakarta: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie) menegaskan literasi kebudayaan bukan sekadar pengetahuan tentang seni dan tradisi, melainkan fondasi moral bagi generasi muda dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan hilangnya kesenian, melainkan terputusnya keterhubungan generasi muda dengan akar budayanya sendiri.
"Ketika kita bicara tentang kesenian lokal, sesungguhnya kita sedang bicara bagaimana kita menjaga warisan, dan lebih dari itu adalah upaya merawat kesadaran kebangsaan," ujar Rerie dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 4 Oktober 2026.
Rerie berpendapat demokrasi tidak akan berdiri kokoh tanpa akar budaya yang kuat. Ia mengingatkan bahwa demokrasi kerap dipersempit menjadi sekadar kontestasi politik, padahal membutuhkan fondasi yang lebih dalam, seperti warga yang menghormati sesama, menghargai perbedaan, dan memiliki rasa terhadap budaya serta bangsanya.
Data Kementerian Kebudayaan menunjukkan, Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) tahun 2025 mencapai 59,98, melampaui target sebesar 58,39. Kenaikan tertinggi terjadi pada dimensi ketahanan sosial budaya yang mencapai 75,71.
Anggota Komisi X DPR itu mendorong sejumlah langkah konkret untuk meningkatkan literasi kebudayaan di kalangan generasi muda.
Menurut Rerie, pelestarian budaya harus dijadikan gerakan bersama yang tidak hanya dibebankan kepada komunitas budaya dan seniman, tetapi juga melibatkan pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat luas.

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. Foto: Dok Metrotvnews.com.
Selain itu, pengenalan budaya perlu dilakukan melalui pendekatan yang kreatif dan menyenangkan. Cerita rakyat, permainan tradisional, lagu dolanan, hingga pementasan seni dapat menjadi pintu masuk yang efektif bagi generasi muda untuk mengenal warisan budayanya.
"Tidak kalah penting, digitalisasi dan media sosial perlu dioptimalkan sebagai sarana edukasi budaya," terangnya.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menegaskan pemanfaatan ruang digital harus disertai dengan literasi kritis agar generasi muda tidak terjebak pada konten yang tidak akurat.
"Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki akar kuat dan mampu membawa warisan budayanya tetap hidup di tengah perubahan zaman," ungkap Rerie.